Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk April 7th, 2009

Coba Perhatikan Nasib “Pejabat” Situ Gintung!

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 7, 2009

JAKARTA, KOMPAS.Com – Saat bencana semua perhatian terpusat di hulu Situ Gintung, karena banyak warga yang meninggal dan hilang. Tetapi, nasib “pejabat” hampir luput dari perhatian.

Pejabat adalah kependekan dari  Petani Jaring Apung Budi Daya Air Tawar, kata Koordinator Pejabat 1 Isdarman, Senin (6/4). Saat ditemui, ia bersama  tujuh teman anggota pejabat sedang bersenda gurau di tepi Danau Situ Gintung (DSG) yang berada di kawasan rekreasi Pulau Situ Gintung 3, jalan Kertamukti, Jakarta. “Sambil ngilangi stress, mas,” katanya.

Tidak jauh dari tempat kami duduk, terbentang DSG yang cekung mengering. Di bagian dasar danau, dapat melihat jejak-jejak usaha para anggota pejabat. Jaring-jaring terkulai bercampur lumpur. Pondok-pondok tempat menjaga jaring apung doyong terlanda pergerakan air yang dahsyat saat bencana.

“Kami memang kecewa dan sedih, tapi kami harus tetap berusaha,” kata Isdarman sembari diiyakan oleh yang lain.

Isdarman mengaku, kini dirinya bersama rekan-rekannya sedang berusaha untuk mendapat bantuan, jangka pendek dan panjang.  Jangka pendek berkaitan dengan kebutuhan pangan. Sedangkan, jangka panjang adalah bagaimana menyambung mata pencarian yang terputus akibat mengeringnya DSG. “Kami itu kalau hari ini bisa makan, berpikir besok mau makan apa,” imbuh Isdarman. Lagi-lagi, ucapannya diamini yang lain dengan berbagai tanggapan.

Menurut Isdarman, pihaknya tengah menunggu hasil pembicaraan antara Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten dengan Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) beberapa waktu yang lalu.  Tentu saja, ini demi kelangsungan lembar demi lembar kehidupan kelak.

Perihal pembicaraan itu, Isdarman menjelaskan, pada Senin (31/3) silam, pengawas perikanan kecamatan Ciputat-Pamulang mengusulkan beberapa opsi ahli profesi bagi para pejabat kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Banten. Keesokan harinya, dinas tersebut membawa opsi itu ke FAO atas tawaran pihak FAO.

Lalu, Jumat minggu lalu,  pihaknya diberitahu hasil pembicaraan, katanya. Hasilnya, pihak FAO bersedia membantu pejabat dengan dua opsi yakni  pembibitan ikan lele dan pembesaran domba. Selain itu, FAO hanya bisa memberi sumbangan bagi 40 orang saja. Padahal,  jumlah anggota pejabat ada 108 orang.

“Untuk saat ini, kami disuruh buat proposal dulu. Kami berharap ini bisa terealisasi. Kami capek ditanya-tanya, didata-data. Kami butuh makan, “kata salah satu teman Isdaraman.

Sejak 2002

Para petani jaring apung ini membentuk satu organisasi yang dinamanakan pejabat. Organisasi ini dibagi menjadi tujuh wilayah yang mengitari DSG. “Kebetulan, di wilayah, saya ini (sekitar Pulau Situ Gintung 3), merupakan perintis usaha ini. Sehingga dinamakan pejabat 1,” tutur Isdarman.

Awalnya, kata Isdarman, petani jaring apung muncul pada2002 hasil rintisan empat orang. Setelah itu, usaha tersebut terus berkembang dan sekarang berjumlah 108 orang.

Dari jumlah tersebut, jaring apung yang dipasang di DSG berjumlah 427 unit. Tiap hari satu kwintal ikan hasil pejabat, seperti nila, gurame, lele, patin dan emas dilempar ke pasar Ciputat. Hasilnya, rata-rata per bulan para pejabat ini bisa mengantongi Rp. 1,5 juta.

Menjelang bencana, para anggota pejabat, sebetulnya, sedang mempersipkan panen raya pada Juli mendatang. “Kami akan panen raya. Dari 427 buah jaring apung itu diperkirakan akan menghasilkan 20 ton sekali panen,” kata Isdarman.

Alih-alih tak menduga datangnya musibah, para anggota pejabat sangat optimistis dengan panen raya tersebut. Tanpa ragu, mereka telah membuat perhitungan alokasi dana untuk kebutuhan rumah tangga. Khususnya, kebutuhan anak-anak mereka yang masih sekolah.

Pasalnya , bulan Juli adalah masa-masa anak sekolah membutuhkan banyak biaya. Cuma, yang terjadi bukannya panen raya tetapi panen bencana. “Total kerugian hampir mencapai Rp. 1 miliar,” kata Isdarman sedih.

Isdarman bersama semua anggota pejabat sangat mengharapkan realisasi pembicaraan antara Dinas Kelautan dan Perikanan bersama FAO itu. Walaupun hanya memenuhi kebutuhan 40 orang saja ini sangat berguna sebagai usaha untuk menyambung mata pencarian mereka yang terputus.  “Kami berharap ini bukan sekadar wacana,” kata Isdarman serius. C4-09

Kompas.com, 7 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | 1 Komentar »

Barak Kertamukti Ongkosnya Rp 250 Juta

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 7, 2009

JAKARTA, KOMPAS.Com – Dana Rp 250 juta diperkirakan akan dihabiskan untuk membangun barak pengungsi para korban Situ Gintung . Bangunan seluas 240 meter persegi itu diperkirakan akan selesai dalam tanggal sepuluh mendatang, atau seminggu sejak dimulainya pembangunan.

Demikian diungkap Direktur Umum Perum Perumnas Himawan Arief saat ditemui sedang meninjau pembangunan barak pengungsi di Kertamukti, Jakarta (6/4). Menurutnya bangunan dua unit tersebut masing-masing terdiri dari 12 petak, dengan ukuran per- petak 6×4 meter. Cukup untuk 2 KK, kata Himawan.

Bangunan semi permanen itu dibangun dengan tujuan utama untuk memindahkan para pengungsi  di Universitas Muhamadiyah Jakarta. “Supaya mereka (pengungsi) tidak mengganggu perkuliahan. Untuk sementara tinggal di tenda. Nanti, kalau barak sudah jadi mereka pindah ke sini,” kata Himawan.

Petugas informasi Posko Terpadu Wisma Kertamukti yang juga Kepala Bagian Pemerintahan Kota Tangerang Selatan Ashar Samun , yang ditemui secara terpisah mengungkapkan hal senada. “Jangan sampai kita ada kesan mengusir mereka tetapi tidak menyiapkan tempat kepindahannya,” kata Ashar.

Sampai saat ini, lanjutnya, usaha pemindahan tersebut telah membuat 54 KK pengungsi mendiami tenda yang disediakan. Wisma Kertamukti bisa menampung 50-60 orang. “Yang tidak muat tinggal di tenda. Ada 29 tenda yang tersedia. Tenda ini hanya sementara, kalau barak sudah jadi mereka akan pindah ke barak,” kata Ashar.

Barak yang berdiri di atas lahan seluas 2 hektare ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Ada 25-30 MCK ditambah dari mobil-mobil MCK yang disediakan Depsos, listrik, air bersih, posko kesehatan, dapur umum, dan tentunya perumahan, ungkap Ashar.

Prinsipnya, kata Ashar, segala fasilitas bantuan bencana ini untuk semua pengungsi korban Situ Gintung, yang jumlah totalnya 295 KK atau 1.408 jiwa. Untuk itulah, setelah pengungsi pindah ke barak dari tenda, tenda-tenda akan dibongkar untuk dibangun 2 blok barak lagi. Selain itu di Kertamukti 2 yang tidak jauh dari Kertamukti 1 juga akan dibangun 2 barak lagi, kata Ashar.

Ashar menjelaskan 295 KK itu saat ini tersebar. Ada 54 KK ada di Kertamukti 1, 141 KK mengontrak, 50 KK di tempat penampungan Dompet Dhuafa, dan 50 KK kemungkinan tinggal bersama keluarganya, katanya. Diharapkan, sambung Ashar, nantinya mereka semua bisa tinggal di barak.

Bangunan barak yang dibangun saat ini yang terletak di sebelah gedung Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Menurut Himawan, bangunan bisa bertahan sampai satu tahun. Untuk itu, diharapkan sampai dengan akhir  2009 penanganan bencana Situ Gintung bisa selesai. C4-09

Kompas.com, 7 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Pencarian Korban Tetap Dilanjutkan

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 7, 2009

CIPUTAT TIMUR – Pangdam Jaya Mayjen TNI Darpito Pujiasuncuro mengatakan, proses pencarian korban tragedi Situ Gitung yang masih hilang tetap dilanjutkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Sejauh ini, 14 korban maish dinyatakan hilang.
Namun, teknik pencarian korban diperbaharui. Jika sebelumnya dilakukan di puing-puing rumah korban, kini pencarian difokuskan dengan melakukan penyisiran di sepanjang Kali Pasanggrahan. “Prajurit kami siap sampai kapan pun dan siap bekerja menjalankan tugas,” jelas Darpito, ketika ditemui di lokasi pengsungsian sementara di Wisma Kertamukti, Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Senin (6/4).

Dijelaskan, dalam proses pencarian ini pun sejumlah personel yang diterjunkan dari TNI dikurangi. Personel TNI yang diterjunkan dalam proses evakuasi itu hanya satuan setingkat regu (SSR) yang berjumlah 12 orang. Sedangkan sebagian personel TNI lainnya ditarik untuk membangun barak-barak pengungsian di Kertamukti.
“Karena skala prioritas saat ini yang perlu diperhatikan adalah menyelamatkan kelangsungan hidup korban yang selamat. Mereka secara fisik dan psikis perlu perhatian,” terangnya.

Dalam kesempatan itu ia mengharapkan kerjasama masyarakat dalam memberikan informasi penemuan korban yang hilang. “Kita harapkan adanya kerja sama masyarakat. Karena informasi sekecil apapun dapat membantu kami dalam proses pencarian,” paparnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Djadja Budi Suhardja mengatakan, sebagai upaya membantu para korban musibah jebolnya tanggul di Situ Gintung, pihaknya juga mengerahkan sedikitnya 12 dokter dan 16 perawat hingga tiga bulan ke depan.
“Mereka akan bertugas di lokasi pengungsian sementara di Wisma Kertamukti untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi korban pengungsian,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiakpakan satu unit mobil ambulans dan berkoordinasi dengan tiga rumah sakit di wilayah Tangerang Selatan maupun Kota/Kabupaten Tangerang agar secara menyeluruh membantu para korban. ”Para korban tidak dipungut biaya apapun,” terangnya. (ang)

Radarbanten.com, 7 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Departemen Pekerjaan Umum Tolak Tudingan Bupati Tangerang

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 7, 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum menolak dituding lalai dan mengakibatkan bencana jebolnya tanggul Situ Gintung, 27 Maret lalu, yang menewaskan lebih dari seratus warga. Klaim Bupati Tangerang, Ismet Iskandar, yang telah mengusulkan revitalisasi situ melalui jajarannya kepada Balai Besar Ciliwung-Cisadane pada 2006 juga dipertanyakan.

“Mana mungkin (ada usulan), sebab Balai Besar (Ciliwung-Cisadane) baru dibentuk tahun 2007,” kata Direktur Jenderal Pemberdayaan Sumber Daya Air (PSDA) Departemen Pekerjaan Umum, Iwan Nusirwan, saat dihubungi Tempo, Senin (6/4).

Iwan pun memastikan tidak ada surat yang diterima oleh Departemen maupun Menteri Pekerjaan Umum dari Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Tangerang. Apalagi, tidak ada tanda terima atas surat yang dimaksud di Departemen Pekerjaan Umum.

“Pak Menteri pasti sudah ribut dari dulu kalau memang ada suratnya. Jadi, tidak ada surat yang langsung diterima Menteri,” ujar dia.

Pada persoalan jebolnya tanggul Situ Gintung ini, ia meminta Bupati Tangerang tidak buang badan dan main tuding. Sebab, selama ini Kabupaten Tangerang yang menyewakan lahan Situ Gintung sebagai daerah wisata dan memberi izin penempatan lahan sekitar sebagai rumah tinggal.

Sebelumnya, Ismet menuding Departemen Pekerjaan Umum telah mengabaikan usulan revitalisasi dan perbaikan waduk Situ Gintung. Padahal, ia mengklaim telah menyampaikan usulan melalui jajarannya kepada Balai Besar Ciliwung-Cisadane pada 2006.

“Saat itu saya disposisikan usulan tersebut melalui Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Bina Marga dan Pengairan,” tuturnya. (Koran Tempo, 6 April)

WAHYUDIN FAHMI

Tempointeraktif.com, 6 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | 1 Komentar »

114 Pejabat Tangsel “Ngangur”

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 7, 2009

PAMULANG- Lantaran belum memiliki kantor membuat 114 pejabat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan yang baru dilantik Sabtu lalu tidak maksimal menjalankan tugasnya.

Pantauan TangerangOnline para pejabat itu umumnya hanya duduk disejumlah kursi yang berjejer di Puspem Kota Tangsel.  Bahkan adapula yang nongkrong diluar gedung. Akibatnya, jalannya roda pemerintahan kota baru itu terkesan  jalan ditempat. Kendati demikian, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan Nanang Komara saat dikonfirmasi menyangkal bahwa anak buahnya tidak menjalankan tugas apalagi bengong tanpa tersedianya kantor.

“Jangan artikan dengan tidak adanya kantor, agenda pekerjaan tidak berjalan, mereka tetap menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Dijelaskan Komara, para pejabat sedang disibukan melakukan tugasnya dengan mencari kantor yang berada di Tangsel termasuk menyusun langkah kedepan dinas yang dinaunginya. Jika sudah ditemukan, kantor tersebut nantinya akan disewa sambil menanti pembangunan kantor dinas baru yang sedang dalam tahap renovasi.”Tidak lama lagi mereka akan menempati kantor baru,” ungkapnya.

Komara menjelaskan, kalaupun kantor dinas itu telah selesai dilakukan pembangunannya, para pejabat tersebut akan menempati kantor yang telah dipersiapkan.”Namun karena sekarang belum tersedia, aktifitas kerja pejabat untuk saat ini menempati kantor yang tersedia,”ungkapnya. (iin)

Tangerangonline.com, 6 April 2009

Ditulis dalam Tangerang Selatan | Leave a Comment »