Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk April 6th, 2009

Walikota Siap Bantu Warga Dongkal

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 6, 2009

SERPONG – Penjabat Walikota Tangerang Selatan HM Shaleh MT siap membantu warga Dongkal yang sedang bersengketa dengan pengembang Alam Sutera.
Ia mengaku belum menerima laporan dari aparat kecamatan maupun kelurahan setempat terkait persoalan yang dialami oleh 8 KK Warga Kampung Dongkal yang sedang terlilit masalah soal ganti rugi lahan dengan Alam Suitera.
Ia siap turun tangan jika aparat kecamatan dan kelurahan tidak mampu menyelesaikan persoalan ini. “Kalau mereka (kecamatan dan kelurahan,red) tak sanggup, baru kita yang turun tangan menyelesaikan persoalan warga ini,” jelasnya, Minggu (5/4) sore.
Sementara itu, setelah akses warga Dongkal Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan ditutup paksa oleh para preman, warga langsung membangun tenda di lokasi tersebut. Tenda yang dibangun sebanyak dua buah dan dengan sengaja didirikan tepat di depan akses masuk yang hendak ditutup total oleh pengembang Alam Sutera. Bahkan di lokasi pendirian tenda juga disediakan tempat untuk tidur dan lesehan berupa dipan bambu.

Aksi warga ini dilakukan untuk menghindari pengembang meninggikan pagar pembatas yang saat ini baru setinggi 1,5 meter. “Kami lakukan ini untuk menghalangi preman yang akan kembali menambah tinggi tembok pembatas,” ujar Halimah.
Akses jalan sebenarnya sudah disepakati dalam musyawarah dengan Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu, tiba-tiba dilanggar sendiri oleh pengembang. Dengan alasan untuk mengamankan warga dari pengerjaan proyek yang masih terus berjalan. Namun menurut warga Dongkal, pengembang sengaja melakukan tindakan ini untuk membuat warga jengah dan segera menjual tanah yang selama ini menjadi biang masalah.
Untuk diketahui sebelumnya warga Dongkal juga sudah mendapatkan teror seperti adanya kepala babi, ular kobra, pemadaman listrik sampai aksi preman yang meresahkan. “Karena harga yang tidak cocok membuat pengembang bertindak semaunya sendiri. Kami tidak akan menjual tanah jika harga yang ditawarkan di bawah keinginan kami,” tambah Halimah. (bon/ang)

Radarbanten.com, 6 April 2009

Ditulis dalam Tangerang Selatan | Leave a Comment »

144 Eselon Tiga dan Empat Dilantik

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 6, 2009

PAMULANG- Sebanyak 144 pejabat eselon tiga dan empat Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) dilantik di kantor sementara Walikota Tangsel, di Kecamatan Pamulang, Sabtu (4/4) pukul 08.00.

Pelantikan dilakukan oleh Penjabat Walikota Tangsel HH Shaleh MT. Ke-144 pejabat itu terdiri dari 39 pejabat eselon tiga dan 105 pejabat eselon empat. Pejabat yang dilantik ini akan mengisi SOTK dan SKPD untuk delapan dinas dan badan, serta dua asisten sekretariat daerah.
Meski pejabat eselon tiga dan empat ini sudah dilantik, namun mereka belum bisa bekerja secara optimal. Karena, mereka belum memiliki kantor. Hingga kini, Sekretaris Kota (Sekot) Tangsel Nanang Komara masih mencari lokasi kantor untuk 144 pejabat yang dilantik itu.

Asda II Pemkot Tangerang Selatan Ayi Ruhiyat mengatakan, banyak tugas menunggu untuk pejabat yang dilantik ini. Untuk itu, meski belum mempunyai kantor, mereka harus tetap bekerja. Banyak tugas penting yang harus dikerjakan, seperti tanggap Situ Gintung. “Walaupun masih masa transisi dan belum memiliki APBD, jika mengacu pada undang-undang pembentukan Kota Tangsel, segala tugas sudah harus dilakukan,” ujar Ayi saat ditemui di ruangannya. (mg-hasan)

Radarbanten.com, 6 April 2009

Ditulis dalam Tangerang Selatan | Leave a Comment »

Santunan Rp 5 Juta Dibagikan Hari Ini

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 6, 2009

SERANG, KOMPAS.com — Santunan sebesar Rp 5 juta dari Pemerintah Provinsi Banten untuk korban bencana Situ Gintung akan dibagikan pada Senin (6/4) ini. Santunan yang berasal dari dana tak terduga APBD Banten tahun 2009 itu akan dibagikan kepada 295 keluarga.

Rencana pembagian santunan itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banten yang juga Sekretaris Satkorlak Penanggulangan Bencana Suroto, Minggu siang kemarin. ”Santunan dari dana TT (tak terduga) itu akan dibagikan oleh Gubernur hari Senin besok,” katanya.

Sesuai dengan hasil pendataan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, terdapat 295 keluarga di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, yang berhak memperoleh santunan. Setiap keluarga akan menerima santunan bencana sebesar Rp 5 juta.

Total dana santunan sebesar Rp 1,475 miliar itu diambil dari pos anggaran belanja dana tak terduga APBD 2009. Santunan itu diberikan di luar dana bantuan perbaikan rumah dari pemerintah pusat.

Menurut Asisten Daerah I Pemerintah Provinsi Banten Syafrudin Ismail, pencairan dana tak terduga untuk membantu korban bencana Situ Gintung itu sudah disetujui Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. ”SK (surat keputusan) pencairannya sudah diserahkan ke Biro Hukum. Dananya juga sudah siap untuk dicairkan,” tuturnya.

Awalnya, kata Syafrudin, santunan itu akan diberikan pekan lalu. Namun, karena data korban bencana belum lengkap, pemberian santunan terpaksa ditunda sampai Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan laporan pasti mengenai jumlah korban bencana.

Selain santunan, para korban bencana itu akan diberikan bantuan perbaikan rumah dari pemerintah pusat maksimal sebesar Rp 30 juta. Saat ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan masih mendata tingkat kerusakan rumah warga.

Pengungsi mulai pindah

Dari wilayah petaka Situ Gintung dilaporkan, sebanyak 29 keluarga yang semula mengungsi di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Minggu sore, mulai pindah ke Wisma Kertamukti di Ciputat, Tangerang Selatan. Para pengungsi berasal dari Kampung Gintung dan Kampung Poncol, Kelurahan Cirendeu. Pengungsi yang merupakan korban jebolnya tanggul Situ Gintung itu akan menempati tempat hunian sementara sampai Juli 2009.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan Nanang Komara semalam menyatakan, sebanyak 24 keluarga lainnya akan menyusul secepatnya. Ia memastikan para korban petaka Situ Gintung tak akan menghuni 22 tenda di lapangan Wisma Kertamukti.

”Tenda yang sudah dibangun itu hanya untuk menampung para sukarelawan yang membantu pengungsi. Mereka akan beristirahat di sana,” ujar Nanang.

Tentang kondisi tempat penampungan sementara pengungsi di Wisma Kertamukti, Nanang memastikan cukup untuk menampung 24 keluarga yang akan menyusul. Saat ini pemerintah masih membangun barak-barak baru di wisma tersebut untuk menampung pengungsi yang masih tersisa.

Wisma Kertamukti terletak di samping Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat. Departemen Pekerjaan Umum dibantu anggota TNI Angkatan Darat di wilayah Kodam Jakarta Jaya sudah menyiapkan barak berikut fasilitas pendukung, seperti kamar mandi dan WC, dapur, air bersih, serta jaringan listrik yang mencukupi kebutuhan para pengungsi.

Perihal kabar bahwa Wali Kota Tangerang Selatan M Shaleh akan mengontrakkan rumah bagi 107 keluarga pengungsi Situ Gintung, Nanang memberikan klarifikasi, ”Saya baru saja menelepon Pak Wali Kota. Yang benar, warga meminta Pak Wali Kota untuk dikontrakkan rumah. Minggu malam pukul 21.00 ini kami akan membahas berbagai persoalan, termasuk soal rumah kontrakan, dalam rapat evaluasi dengan posko-posko,” tutur Nanang. (NTA/TRI)

Kompas.com, 6 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Wisma Kertamukti Ditempati Pengungsi Situ Gintung hingga Setahun

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 6, 2009

TEMPO Interaktif, Tangerang:Penjabat Walikota Tangerang Selatan Shaleh M.T. mengatakan Wisma Kertamukti akan dijadikan tempat pengungsian korban tragedi Situ Gintung hingga satu tahun ke depan. “Sampai mereka menempati rumah baru,” katanya di lokasi, Minggu (5/4) sore.

Pengungsi, kata dia, bisa memanfaatkan wisma yang telah direnovasi dan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang seperti posko kesehatan, musholla, trauma center hingga mandi cuci kakus (MCK) dengan puluhan pintu.

Pantauan Tempo di lokasi, puluhan pengungsi sudah mulai menempati ruangan di dalam wisma. Mereka memilih sendiri ruangan yang telah dilengkapi dengan kasur, bantal dan kipas angin. Sebagian dari mereka langsung berbaring di kasur.

JONIANSYAH

Tempointeraktif.com, 5 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »