Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk April 2nd, 2009

Polda akan Panggil Tiga Pejabat Tangerang

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 2, 2009

JAKARTA–MI: Tiga pejabat Tangerang dipanggil penyidik Satuan Reserse Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Metro Jaya untuk diperiksa berkaitan dengan robohnya tanggul Situ Gintung.

Kasat Tipikor Polda Metro Jaya AKB Aris Munandar di Jakarta, Rabu (1/4) mengungkapkan ketiga pejabat itu dipanggil untuk pemeriksaan Jumat (3/4). Mereka adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangerang Selatan Eddy Adolf Nicolas Malonda, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Tangerang Dedi Sutardi, dan mantan Kepala Dinas PU Kabupaten Tangerang Hermansyah.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKB Bambang Kristianto mengatakan, ketiga pejabat itu akan dimintai keterangan mengenai anggaran pemeliharaan dan rehabilitasi Situ Gintung. “Kami masih melakukan penyelidikan. Kalau ada indikasi pidana maka akan dilanjutkan ke proses penyidikan,” katanya.

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, Satuan Reserse Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) juga telah melakukan koordinasi dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Tangerang untuk menyelidiki adanya kerusakan lingkungan sehingga menyebabkan jebolnya tanggul. (Ars/OL-06)

Mediaindonesia.com, 1 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Masa Tanggap Darurat Dua Minggu

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 2, 2009

JAKARTA–MI: Pemerintah tetapkan masa tanggap darurat evakuasi dan pembersihan puing-puing akibat jebolnya tanggul Situ Gintung selama 2 minggu yang terhitung dari awal terjadinya jebolnya tanggul, yakni pada Jumat (27/3), dini hari lalu.

“Usai masa tanggap darurat, baru masuk masa rehabilitasi. Disini proses penentuan tata ruang dan perhitungan kerusakan baru bisa kita lakukan,” ujar Kepala BNPB Syamsul Maarif usai rapat kerja lanjutan menindaklanjuti instruksi wakil presiden terhadap bencana Situ Gintung di Jakarta, Rabu (1/4).

Lebih jauh Syamsyul menambahkan, bantuan bagi keluarga yang rumahnya hancur bakal tetap dikucurkan. Namun dia menggarisbawahi, pemberian bantuan tidak mungkin dapat diberikan jika penentuan tata ruang dan perkiraan kerusakan serta pembangunan kembali tanggul belum selesai.

Diprediksi, paling cepat seluruh proses itu tuntas pada Oktober 2009. Pencairan bantuan bagi rumah warga, termasuk pembangunan kembali infrastruktur milik pemerintah pusat dan daerah yang rusak juga harus menunggu tuntasnya proses verifikasi yang dilakukan Tim yang terdiri dari BNPB, Departemen PU, Depsos, Menko Kesra, Depkes, Diknas, Pemda.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, rumah dengan kondisi rusak berat lantaran bencana alam mendapat bantuan maksimal dari pemerintah sebesar Rp30 juta, rusak sedang, bantuan maksimal Rp15 juta dan rusak ringan mendapat Rp5 juta.

Sekda Prov Banten Ir.H. Muhadi, menambahkan, Prov. Banten bakal memberikan bantuan bagi keluarga yang mendapat musibah, masing-masing Rp5 juta. Dana tersebut, bersumber dari anggaran budget tidak terduga yang ada di APBD. Pemprov, tambah Muhadi, juga akan membantu memberikan penggantian surat-surat penting seperti ijasah, kartu identitas, surat tanah dan lainya yang hancur tersapu air dan lumpur. (Tlc/OL-02)

Mediaindonesia.com, 1 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | 1 Komentar »

Sabtu, Pengungsi Situ Gintung Direlokasi

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 2, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengungsi tragedi Situ Gintung yang terdiri atas 100 kepala keluarga, 468 jiwa hari Sabtu 4 April 2009 akan dipindahkan ke Wisma Karta Mukti di sebelah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

“Pengungsi akan kami pindahkan agar tidak mengganggu kegiatan perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Achmad Dahlan. Mereka akan tinggal di Karta Mukti 3-4 bulan sambil menunggu tata ruang,” kata Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah seusai rapat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Rabu (1/4).

Hadir dalam rapat tersebut Ketua BNPB Syamsul Maarif, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Muhadi, Wali Kota Tangerang Selatan HM Saleh MT, dan Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan Rustam S Pakaya.

Karena sudah lama kosong, Wisma Karta Mukti kini dalam tahap pembenahan agar bisa menampung para pengungsi. Juga akan dibangun dapur umum dan poliklinik di sana.

“Soal makan bisa diatur, anak-anak yang sekolah sedang dipikirkan bagaimana cara yang efisien mencapai sekolah mereka. Jika pengungsi semua sudah berkumpul di Karta Mukti, maka akan memudahkan aparat membersihkan lokasi dan pemda bisa menata lokasi. Harus ada penataan ulang tata ruang,” kata Mensos.

Ketua BNPB Syamsul Maarif mengatakan, kegiatan tanggap darurat tetap dilaksanakan, termasuk meneruskan pencarian korban yang masih hilang yang saat ini ada 14 orang.

“Pemerintah pusat akan memberi bantuan untuk rumah yang rusak berat sebesar Rp 30 juta, untuk rusak sedang Rp 15 juta, dan untuk rusak ringan Rp 5 juta,” kata Syamsul Maarif.

Wali Kota Tangerang Selatan HM Saleh MT mengatakan, hingga 1 April sore sebanyak 100 korban tewas telah ditemukan. “Yang belum ketemu 14 orang. Jadi, jangan dibesar-besarkan jumlahnya. Wartawan diharapkan mengutip informasi dari Posko Satkorlak/BNPB supaya informasi tidak simpang siur,” kata Saleh. (Elok Dyah Messwati)

Kompas.com, 1 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Korban Situ Gintung Mulai Alami Stres

Ditulis oleh kinclonk di/pada April 2, 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta: Memasuki hari keenam setelah tragedi Situ Gintung, korban yang mengungsi mulai stres. Mereka sebagian masih tampak takut dan ada yang bingung kehilangan anggota keluarga. “Kategori kejiwaannya mulai ringan dan sedang,” ujar Heni Dwi Windari dari Tim Kesehatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Rabu (1/4).

Tim kesehatan jiwa, menurut Heni, melakukan empat metode observasi kepada lebih dari 500 pengungsi korban jebolnya tanggul situ di Cireundeu, Ciputat, Tangerang, Banten, itu. Pendekatan yang dilakukan diantaranya secara kognitif, fisioligis, perilaku, dan sosial.

Dari hasil pendekatan tersebut, kata Heni, banyak pengungsi yang secara kejiwaan terganggu dalam kategori ringan dan sedang. Kategori ringan, ia menjelaskan, sudah mulai ada gangguan fisioligis namun konsentrasi masih bagus. Pada tahap ini korban dibiarkan mengeksplorasi semua yang dia inginkan.

Untuk kategori sedang, ia melanjutkan, para pengungsi sudah mulai banyak mengeluh akan kehilangan anggota keluarganya, harta bendanya serta konsentrasi sudah mulai tidak bagus. “Jika respons mereka sudah tidak bagus, misalnya diajak bicara diam saja, itu sudah masuk kategori berat,” katanya.

Wahyu Ekowati, anggota tim kesehatan jiwa lainnya mengatakan, secara kejiwaan para pengungsi akan lebih parah dalam 10 hari ke depan. “Sekarang mereka memang sedang masa hanimun, banyak yang memperhatikan, bantuan berlimpah, tapi ketika mereka sudah sendiri trauma yang lebih berat akan datang,” katanya.

Trauma dan guncangan yang lebih hebat lagi akan dialami oleh korban yang kehilangan anggota keluarganya. “Butuh penanganan jangka panjang,” kata Wahyu. Tim belum bisa mengelompokkan berapa banyak para pengungsi yang kejiwaanya terganggu dengan kategori ringan dan sedang tersebut.

JONIANSYAH

Tempointeraktif.com, 1 April 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »