Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk Maret 28th, 2009

Most Wanted: Kain Kafan dan Kapas

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 28, 2009

Jakarta – Bantuan logistik bagi para pengungsi korban tragedi Situ Gintung terus berdatangan. Tapi justru tim SAR yang kekurangan logistik, dua hal yang paling mereka butuhkan adalah kain kafan dan kapas.

Kebutuhan tersebut diumumkan dalam papan pengumuman posko SAR di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Perguruan tinggi di Cireundeu, Tangerang Selatan, ini merupakan salah satu yang dijadikan posko oleh para relawan.

Tertulis di papan tersebut:
MENDESAK SEKARANG: KAIN KAFAN DAN KAPAS.

Tim SAR membutuhkan kain kafan dan kapas dalam jumlah besar untuk menangani korban tewas yang berhasil ditemukan karena jumlahnya bertambah dengan cepat. Sementara persediaan kain kafan dari seorang donatur tadi pagi sudah kian menipis pesediaannya.

Di papan yang sama juga diumumkan kebutuhan mendesak selain makanan bagi para pengungsi. Kebutuhan itu adalah sabun bayi, pampers, pembalut wanita, pakaian dalam, sabun deterjen, cairan pembersih anti septik, sandal, sepatu boot, termos dan dispenser air mineral.

Anda tergerak untuk menyumbang logistik yang dibutuhkan? Silahkan hubungi Posko UMJ yang merupakan pusat informasi bencana Situ Gintung di nomor telepon 021-7490385. (lh/gah)

Detik.com, 28 Maret 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | 1 Komentar »

Bupati Tangerang Beri Bantuan Pakai Kaos Kuning

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 28, 2009

TANGERANG – Bupati Tangerang Ismet Iskandar mendatangi korban jebolnya tanggul Situ Gintung. Dengan mengenakan kaos kuning berlengan panjang, Ismet juga membawa rombongan sebanyak 15 orang berkaos kuning berlambang Partai Golkar di bagian depannya.

Di bagian belakang kaos yang dikenakan anggota rombongan Ismet, terdapat gambar calon anggota DPR Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Banten III, Kabupaten Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar. Diketahui, Zaki ternyata adalah anak dari Ismet Abdullah.

Saat dikonfirmasi, Ismet mengelak melakukan kampanye untuk Partai Golkar dan anaknya di tengah duka korban tanggul Situ Gintung.

“Ini bantuan dari keluarga besar Ismet secara pribadi dan kebetulan saja anak saya caleg. Saya sudah sumbang kemarin Rp50 juta. Tadi, saya sumbang pakaian, selimut, dan makanan,” katanya.

Selain Ismet, terdapat juga 10 orang mengenakan kaos putih bergambar SBY dan Partai Demokrat. Mereka tampak hanya berkeliling di sekitar lokasi bekas banjir saja. Kemudian terdapat beberapa posko partai di lokasi, seperti posko Partai Demokrat, Posko PKS, dan Posko Partai Hanura.(uky)

Okezone.com, 28 Maret 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Korban Tewas 73, Situ Gintung Jadi Tontonan

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 28, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Sampai dengan hari Sabtu (28/3), jumlah korban tewas akibat hantaman air bah Situ Gintung menjadi 73 orang. Sebanyak 68 di antaranya telah berhasil diidentifikasi, sedangkan lima jenazah belum dikenali. Korban terakhir yang ditemukan adalah seorang lelaki usia antara 15 dan 17 tahun yang mengenakan celana pendek abu-abu dan kaus yang penuh lumpur.

Korban yang belum dikenali itu ditemukan di Kali Pesanggrahan dan dibawa ke Posko STIE Ahmad Dahlan. Demikian diungkapkan koordinator lapangan Palang Merah Indonesia, Fuad Fahlefi, di lokasi pencarian, Sabtu.

Sementara itu, lokasi musibah Situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, masih terus didatangi ribuan warga dari berbagai daerah. Mereka ingin menyaksikan tanggul yang jebol dan akibatnya terhadap perumahan dan bangunan di bawahnya.

“Saya datang dari Bintaro dengan menggunakan sepeda,” kata seorang warga, Didik (60). Didik mengaku datang pagi-pagi sekali karena mencemaskan keadaan kerabatnya yang tinggal di sekitar Situ Gintung.

Namun, ia juga merasa bersyukur karena ternyata anggota keluarganya selamat sebab rumahnya berada di sebelah barat Situ Gintung. Adapun wilayah yang kerusakannya paling parah berada di sebelah utara situ tersebut. Sejumlah warga lain mengaku datang selain karena penasaran, juga karena merasa prihatin terhadap tragedi itu.

Sementara itu, keadaan danau di Situ Gintung masih kering meski Jumat (27/3) malam sempat turun hujan selama sekitar 30 menit. Sekitar 500 petugas tim SAR yang terdiri atas berbagai unsur sudah mulai melakukan pencarian korban lain yang belum ditemukan. Sampai Sabtu ini, data yang dihimpun dari berbagai posko menunjukkan sekitar 73 orang meninggal dan sekitar 100 warga masih hilang.
C5-09

Kompas.com, 28 Maret 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Banten Berduka

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 28, 2009

Tragedi Situ Gintung langsung menampik keprihatinan berbagai kalangan di Banten. DPRD Banten berencana akan menggelar rapat pansus pada Senin (30/3) untuk menyikapi musibah di pagi hari itu.
Wakil Ketua DPRD Banten Sadeli Karim mengatakan, tragedi Situ Gintung merupakan tragedi kemanusiaan yang harus disikapi serius karena memakan puluhan korban tewas.
“Rapat Pansus senin mendatang akan mengeluarkan rekomendasi agar pemprov menggunakan dana tak tersangka (TT) bagi korban bencana Situ Gintung,” ujar Sadeli kepada Radar Banten, tadi malam.

Dia juga menegaskan, Banten sangat berduka dengan kejadian tersebut. “Kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” tandasnya.
Kata Sadeli, mendengar bahwa Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menjanjikan bantuan Rp 5 juta bagi korban. “Kami mendukung dana TT digunakan bagi korban Situ Gintung. Dan kami berharap bantuannya dinaikkan menjadi Rp 10 juta per korban,” tandas Sadeli lagi.

Di tempat berbeda, Ketua Fraksi PKS Bambang Sudarmadji menambahkan, tragedi Situ Gintung harus menjadi pelajaran bagi pemprov. “Di Banten masih banyak situ-situ lain. Agar tidak terulang kejadian serupa pemprov harus memerhatikan keberadaan situ yang memang letaknya dekat dengan pemukiman warga,” tandasnya. Kata Bambang, fraksinya juga mendesak kepada pemprov agar segera melakukan langkah-langkah antisipasi secepatnya. “Di antaranya segera memberikan bantuan kepada korban,” pungkasnya.

Di bagian lain, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nahdian Furqon mengatakan, tragedi Situ Gintung adalah bukti kelalaian pemerintah. Sebab, tanggul tersebut sudah menunjukkan gejala jebol pada November lalu. “Saat itu ada kebocoran di tanggul. Itu terjadi karena ada keretakan tanggul. Tapi saya lupa di bagian mana,” kata Nahdian.
Namun, imbuh Nahdian, setelah penemuan kebocoran tersebut tidak ada tindak lanjut dari pemerintah. Tanggul tersebut dibiarkan tanpa perbaikan. Padahal, kata dia, kapasitas tanggul terus bertambah hingga jauh dari kapasitas maksimal ketika tanggul 1930an.
Tanggul tersebut, kata Nahdian, sudah jelas berisiko tinggi. Apalagi tak jauh dari tanggul terdapat permukiman penduduk. “Mestinya kan ada sistem informasi untuk memberitahu apabila ada musibah,” katanya.
Tragedi Situ Gintung lebih banyak disebabkan human error. “Pemerintah jelas tahu kemungkinan-kemungkinan buruk itu. Tapi mereka melakukan pembiaran dan lalai,” tegasnya. (alt/jpnn)

Radarbanten.com, 28 Maret 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Korban Musibah Situ Gintung Butuh Bantuan

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 28, 2009

TANGERANG–MI: Korban selamat dari tragedi Situ Gintung di Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, merupakan pedagang kecil yang membutuhkan bantuan.

“Bagi donatur yang berkeinginan untuk menyumbang kepada korban tragedi Situ Gintung berupa uang tunai supaya dapat melalui rekening STIE Ahmad Dahlan,” kata Guru Besar Manajemen STIE Ahmad Dahlan Prof Dr Koesmawan di Tangerang, Jumat (27/3) malam.

Ia mengatakan, dari hasil pendataan sementara bahwa banyak korban yang pekerjaannya pedagang. Sedangkan rumah pedagang kecil itu letaknya berdekatan dengan Situ Gintung banyak yang hancur diterjang air karena tanggul jebol akibat tingginya curah hujan.

Selain itu, juga buruh pabrik dan pegawai swasta yang gajinya hanya pas-pasan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Sebelumnya kondisi rumah pedagang itu sangat memprihatinkan, umumnya berada di gang sempit dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat di sekitar Situ Gintung, saat ini kondisinya ada yang rata dengan tanah.

Akibat tragedi Situ Gintung menyebabkan puluhan korban meninggal dunia dan sekitar 98 penduduk hilang, hingga kini masih dilakukan pencarian petugas, keluarga korban membutuhkan pertolongan. Namun bagi yang berminat untuk membantu berupa dana tunai sebaiknya melalui rekening STEI Ahmad Dahlan Ciputat dengan alamat qq Lembaga Keuangan Mikro (LKM) nomor rekening Rek : 128-00-0449085-7 Bank Mandiri Cabang KCP Jakarta-Ciputat Centre.
(Ant/OL-03)

Mediaindonesia.com, 28 Maret 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | 2 Komentar »

Bantuan Makanan Terus Mengalir

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 28, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com – Bantuan pangan dan obat untuk membantu korban air bah akibat jebolnya tanggul Situ Gintung di Kota Tangerang Selatan pada Jumat (27/3) terus mengalir. Umumnya bantuan datang dari perusahaan swasta, baik di Tangerang maupun Jakarta, warga, dan parpol.

Beberapa partai politik peserta pemilu dan pemerintah memberikan bantuan. Bentuk bantuan dari mereka berupa baju layak pakai, mi instan, air mineral, dan nasi bungkus.

Seusai mengunjungi tempat kejadian bencana, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan bantuan 1.500 paket bahan kebutuhan pokok untuk korban tragedi Situ Gintung, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten. Bantuan itu diterima di posko bencana di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dan kantor Kecamatan Ciputat.

Penanggung jawab Posko Situ Gintung di STIE Ahmad Dahlan, Koesmawan, mengatakan, selain paket bantuan dari Presiden, berbagai bantuan dari pihak swasta dan lapisan masyarakat, serta beberapa organisasi masyarakat seperti makanan dan air mineral terus mengalir.

”Kami juga menerima sejumlah alat untuk perlengkapan mandi, seperti sabun, sikat gigi, odol, handuk, dan pakaian,” ujar Koesmawan.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan kemarin mendirikan posko kesehatan dan pos pengungsian di gedung kuliah UMJ. Semula sebagian korban air bah mengungsi ke rumah saudaranya di sekitar tempat kejadian dan sebagian lagi duduk-duduk di bagian depan kampus Fakultas Hukum UMJ.

Ari (12) bersama orangtua dan dua abangnya, juga Haji Dahroni (53) bersama istrinya, Rahma, dan putri bungsunya, Lela, mengungsi ke UMJ.

”Rumah saya kebanjiran sampai 2 meter. Semua barang rusak,” ujar Ari.

Dahroni, pensiunan Hotel Mandarin, mengatakan rumahnya ambruk. Rumah itu sudah tidak layak lagi dihuni karena sudah rata dengan tanah.

Begitu air bah datang, bantuan segera datang dari Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta. Instansi tersebut bekerja sama dengan UMJ dan STIE Ahmad Dahlan membuka posko untuk menampung jenazah, memberikan informasi korban meninggal dan ditemukan hidup, serta menerima laporan warga yang kehilangan anggota keluarga pascabencana.

PMI DKI Jakarta

Kepala Bagian Pemasaran Kesehatan DKI Jakarta Tini Suryati mengatakan, PMI DKI Jakarta menyiapkan sekitar 9.000 kantong darah untuk membantu korban banjir Situ Gintung. Namun, sampai saat ini belum ada lonjakan permintaan darah dari RS Fatmawati dan RS Pondok Indah, yang menjadi rujukan perawatan bagi korban banjir.

Selain menyiapkan darah, Dinas Kesehatan dan PMI DKI Jakarta juga menugaskan 110 petugas untuk mengevakuasi korban luka dan meninggal. Petugas berhasil menyelamatkan 25 korban yang terbawa banjir. Ke-25 korban itu mengalami luka dan dirujuk ke kedua rumah sakit tersebut.

Selain itu, 30 ambulans Dinas Kesehatan dan 10 ambulans PMI DKI juga diperbantukan untuk mengevakuasi korban luka dan meninggal. Mayoritas ambulans yang beroperasi di kawasan Cirendeu berasal dari DKI Jakarta, bukan dari Kabupaten Tangerang atau Provinsi Banten yang memiliki wilayah terjadinya tragedi Situ Gintung.

Posko kesehatan Dinas Kesehatan DKI merawat 153 korban yang luka. Sebagian korban dirujuk ke rumah sakit karena luka yang diderita parah.

Cairkan dana

Ketua Bappeda Kota Tangerang Selatan Hasdanil yang ditemui di Posko Pemkot Tangerang Selatan menyatakan, Pemerintah Provinsi Banten akan mencairkan dana untuk menangani bencana, tetapi ia tak tahu jumlahnya. ”Silakan tanya ke Pak Asisten Daerah saja,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Arif Wahyudi mengimbau Pemerintah Kabupaten Tangerang segera mencairkan dana tak tersangka yang memang dialokasikan untuk penanganan cepat musibah seperti air bah Situ Gintung.

”Lupakan ’perbedaan’ yang terjadi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemkot Tangerang Selatan. Marilah kita bergerak cepat membantu para korban,” kata Arif.

Sementara itu, beberapa partai politik berupaya mendapatkan simpati masyarakat dengan membuat posko bantuan bahan kebutuhan pokok, pakaian, dan obat-obatan. Selain di jalan utama, beberapa posko didirikan di sekitar lokasi rumah-rumah penduduk yang terkena bencana.

Salah satu parpol bahkan mendirikan beberapa tenda di tanah kosong untuk menampung korban yang rumahnya hancur tersapu banjir. Mereka juga menyediakan sejumlah ambulans untuk mengangkut korban.

Meski berdalih menyalurkan bantuan, kehadiran kader parpol di daerah bencana lebih terkesan sebagai salah satu bentuk kampanye. Spanduk dan bendera parpol terbentang dan berdiri tegak di posko yang mereka dirikan.

Apalagi pada spanduk itu juga diselipkan nama caleg dari parpol tersebut. Bahkan, ada parpol yang hanya mengibarkan bendera dan mendirikan tenda kosong di sekitar lokasi kejadian. Beberapa warga kesal dengan kehadiran posko parpol di sana.

”Mereka cuma memanfaatkan bencana untuk tebar pesona. Kalau niatnya tulus, kenapa mesti pakai atribut parpol segala?” kata Sutiyono, warga Gintung.(ECA/PIN/ARN/OTW/WIN/TRI)

Kompas.com, 28 Maret 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Sampai Pagi Ini Korban Meninggal Situ Gintung Tercatat 65 Orang

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 28, 2009

TANGERANG — Sampai Sabtu (28/3) sekitar pukul 06.00 WIB, korban meninggal akibat bencana Situ Gintung, Kelurahan Cireunde, kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, bertambah menjadi 65 orang. Sehari sebelumnya, korban meninggal baru ditemukan 58 orang.

Menurut informasi di posko bencana Situ Gintung di STIE Ahmad Dahlan, mendata tujuh korban itu ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB (27/3) hingga 06.00 (28/3).

Ketua posko STIE Ahmad Dahlan, Adi Rispal Epriadi, mengatakan, para korban ditemukan oleh tim pencari korban dari tim SAR, mahasiswa pecinta alam se Jakarta dan relawan dari berbagai instansi. “Pencarian itu di waktu malam hari,” kata Adi Rispal kepada Republika.

Sementara itu, tutur Adi Rispal, instansi yang memberikaan bantuan hingga pagi ini mencapai 77 instansi atau perorangan. “Bantuan pagi ini yang sedikit berbeda adalah kasur lipat dan bantal dari Tambang batu bara Bukit Asam,” ujar Adi Rispal yang setia menjaga posko.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Eko Budi Wijayanto, mengatakan, pihaknya turut berduka cita atas kejadian ini. “Kami menyumbang sembako, dan lainnya yang berjumalah Rp. 25 juta,” kata Eko Budi.

Selain bantuan 18 macam dari Bukit Asam, Ditlantas Polda Metro Jaya juga memberikan bantuannya sebanyak 225 kardus Indomie dan 225 kardus air mineral yang diangkut menggunakan dua unit truk. Bantuan dengan berbagai jenis berdatangan dan telah disusun oleh tim KSR PMI UIN Jakarta dan relawan lainnya, di samping kantor posko STIE Ahmad Dahlan.

“Kita akan langsung mendistribusikan bantuan itu. Kemarin juga kita sudah melakukannya karena bantuan terus mengalir kami pun akan menyisir kembali di tempat-tempat yang sangat membutuhkan bantuan tersebut,” ujar Adi Rispal.

Pantauan Republika, pagi ini ratusan warga mulai mendatangi tempat kejadian. Di antara pendatang itu ada yang mencari korban, membantun evakuasi pencarian korban, ataun pun hanya melihat tempat kejadian.c81/fif

Republika.co.id, 28 Maret 2009

Ditulis dalam Bencana Alam | Leave a Comment »

Pencarian Korban Situ Gintung Dilanjutkan Kembali

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 28, 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta: Setelah dihentikan sementara, pencarian korban tanggul jebol Situ Gintung di Cireunde, Ciputat, Tangerang Selatan, dilanjutkan lagi pagi ini, Sabtu (28/3). Sejumlah tim kembali bekerja menyisir lumpur yang menerjang rumah penduduk.

Markas Besar Kepolisian RI, mengerahkan satu tim SAR ke lokasi bencana. Menurut juru bicara Polri Inspektur Jenderal Abu Bakar Nataprawira, Polda Metro Jaya juga mengirim tenaga sekitar 332 personel untuk mengevakuasi korban. “Pengerahan tim itu dilengkapi sejumlah peralatan seperti perahu karet,” katanya.

Pagi ini bantuan tenaga juga didatangkan PMI Banten. Sekitar 100 orang petugas Palang merah dari berbagai daeran diterjunkan ke Situ Gintung. Pencarian korban kali ini diharpakan akan menemukan sejumlah warga yang dilaporkan hilang.

Data terakhir yang dilansir Posko Informasi Korban Situ Gintung di STIE Ahmad Dahlan Jalan Juanda Ciputat, jumlah korban mencapai 58 orang. Diperkirakan masih belasan bahkan puluhan orang yang belum ditemukan.

Situ Gintung tanggulnya ambrol kemarin dinihari setelah sehari sebelumnya diguyur hujan lebat. Situ yang luasnya mencapai 21 hekatare itu diperkirakan menampung 1,5 juta meter kubik air. Pagi itu tumpah ke permukiman penduduk. Ratusan rumahhancur dan terendam.

Daerah yang terendam di antaranya Cilandak, Perumahan Bukit Pertama Lebak Bulus setinggi tiga meter, Universitas Muhammdiyah sekitar dua meter, dan Pesanggrahan setinggi dua meter. “Sekolah Polisi Wanita juga banjir setinggi dua meter, sekarang sekolah itu ditutup,” kata Abu.

ELIK/CORNILA DESYANA

Ditulis dalam Bencana Alam | 1 Komentar »