Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk Maret 26th, 2009

Kejaksaan Lamban Tangani Laporan Dugaan Korupsi PDAM TKR

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 26, 2009

TANGERANGNEWS.COM-Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantas Korupsi dituding lamban menangani laporan dugaan korupsi PDAM Tirta Kerta Rahaja (TKR), Kabupaten Tangerang. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Lembaga Independen Pemantau Pelaku Korupsi (Lippkor).

“Sebagai institusi penegak hukum di NKRI seharusnya peka terhadap laporan atau pengaduan dari elemen masyarakat bukan mendiamkannya,” ujar Heriyanto Juru Bicara Lippkor hari ini. Dia mengatakan, pemberantasan korupsi di segala lini sangatlah didambakan masyarakat khususnya menyangkut hajat hidup orang banyak.

Dugaan korupsi dan mark up dalam investasi IPA Cikokol di PDAM TKR Kabupaten Tangerang sudah dilaporkan ke Kejaksaan Agung dan KPK hingga berlarut-larut sampai saat ini belum ada penanganan secara serius oleh aparat penegak hukum.”Apakah aparat penegak hukum bermain mata dengan oknum PDAM TKR hingga laporan kami di diamkan begitu saja.,” ujarnya.

Setiap pengaduan dari masyarakat Kabupaten Tangerang jarang sekali di tanggapi oleh institusi penegakan hukum. Diantaranya, kata dia, dugaan korupsi dan mark up investasi IPA Cikokol, status tersangka Maryoso dalam kasus JLS yang hingga kini belum jelas kelanjutannya, dugaan korupsi pengadaan di Setda Kabupaten Tangerang. “Kita ingin kejelasan sejauh mana penanganan penyelidikannya,” ujarnya. Guna meminta kejelasan, rencananya dalam waktu dekat Lippkor akan melakukan aksi di Kejaksaan Agung dan KPK.(den)

Tangerangnews.com, 25 Maret 2009

Ditulis dalam Korupsi | Leave a Comment »

89 Persen Warga Tangerang Belum Nikmati Air Bersih

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 26, 2009

TEMPO Interaktif, Tangerang: Direktur Umum Perusahaan Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, Subekti mengakui jika pihaknya belum mampu memberikan pelayanan air bersih kepada semua warga diwilayah itu.

Indikasi ini dilihat dari masih banyaknya warga Tangerang yang belum menikmati air bersih. “89 persen warga Kabupaten Tangerang belum terlayani air bersih,” katanya, Rabu (25/3).

Angka itu lebih dari separuh warga Kabupaten Tangerang yang berjumlah sekitar 3,4 juta jiwa. “Yang baru terlayani hanya 11 persennya,” ujarnya. Menurutnya, masih banyaknya warga yang belum terlayani karena keterbatasan kemampuan PDAM dalam mengembangkan jaringan.

Masyarakat yang belum menikmati air bersih, kata dia, banyak berada di Solear dan wilayah pantai utara Tangerang seperti Balaraja, Kronjo, Kresek.

Kedepannya, Subekti melanjutkan, PDAM akan melakukan pengembangan jaringan di perbatasan Kota Tangerang, memasang jaringan pipa di Kotabumi, Dasana Curug, Ciputat, Pamulang dan Pondok Aren. “Tahun depan akan diimplementasikan,” kata dia. JONIANSYAH

Tempointeraktif.com, 25 Maret 2009

Ditulis dalam Layanan Masyarakat | 1 Komentar »

April,Tarif Air Bersih Naik 12–25%

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 26, 2009

TANGERANG(SI) – Tarif air bersih yang dikelola PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang,mulai 1 April mendatang naik antara 12–25%.

Direktur Umum PDAM TKR Kabupaten Tangerang Subekti mengatakan, pihaknya sudah enam tahun tidak menaikkan tarif air. ”Kenaikan air terakhir sejak 2003, setelah itu belum pernah naik lagi hingga kini,” kata Subekti di Aula PDAM TKR Kabupaten Tangerang kemarin.

Dalam kurun waktu enam tahun itu, terang Subekti, banyak sekali kebutuhan masyarakat yang naik, seperti bahan bakar minyak (BBM), tarif dasar listrik, bahan kimia,dan akumulasi inflasi yang besarnya mencapai 43,63% (periode 2004–2008).

Selain itu, kenaikan tarif juga untuk mempertahankan kelangsungan pasokan air bersih dari risiko kenaikan BBM pada 2004 lalu sebesar 129,17%, kenaikan harga bahan kimia yang mencapai 96,79%, kenaikan kurs dolar sebesar 41,26%,kemudian sebagai prasyarat untuk restrukturisasi utang.

”Sebab kami memiliki utang sebanyak Rp480 miliar.Untuk mendapatkan restrukturisasi utang itu, ditetapkan tarif harus bisa menutupi seluruh biaya operasional dengan keuntungan yang sewajarnya,”jelasnya. Faktor terakhir, PDAM TKR ingin mengembangkan pelayanan ke wilayah yang hingga kini belum mendapatkan air bersih.

Saat ini wilayah yang belum terlayani air bersih di antaranya di kawasan pantura, yakni Pakuhaji, Sepatan, Sukadiri,Mauk,dan Teluk Naga. Dari perubahan tarif tersebut, yang paling besar kenaikannya adalah para pelanggan yang selama ini menerima subsidi.

”Misalnya tempat sosial, seperti untuk masjid dan sekolah. Sebab, kami juga harus menjaga agar para pelaku industri tidak lari,”ucapnya. Persoalan kenaikan ini, lanjut Subekti, juga tidak lepas dari maraknya pelanggan pasif. Artinya banyak pelanggan yang hanya memasang saja. Namun setelah pipa disambungkan, pelanggan tersebut enggan menggunakan air bersih.

Padahal,untuk melakukan pemasangan pipa dibutuhkan investasi yang tidak sedikit.”Jumlah pelanggan pasif mencapai sekitar 14.000 pelanggan, dan itu umumnya banyak terjadi di wilayah perumahan,”terangnya. Kebijakan kenaikan tarif juga didasari Peraturan Pemerintah (PP) No 16/2006 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.

Selain itu, Permendagri No 23/2006 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air serta Peraturan Bupati Tangerang No 7/2009 tentang Tarif Air Minum dan Biaya Lainnya pada PDAM TKR. Saat ini PDAM TKR Kabupaten Tangerang melayani sekitar 98.000 pelanggan, terdiri atas 36.000 warga kabupaten dan 60.000 warga Kota Tangerang.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Arief Wahyudi mengatakan sudah sewajarnya PDAM TKR menaikkan tarif. ”Saya kira logis. Saya mendukung jika mereka juga ingin mengembangkan pelayanannya, sebab memang masih banyak sekali masyarakat Kabupaten justru belum mendapatkan air bersih dari PDAM Kabupaten,”ucapnya. (denny irawan)

Seputar-indonesia.com, 25 Maret 2009

Ditulis dalam Layanan Masyarakat | Leave a Comment »

Overdosis, ABG Tewas di Situ Sasak Tinggi

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 26, 2009

PAMULANG- Sesosok pemuda yang belum diketahui identitasnya ditemukan tidak bernyawa di depan Situ Sasak Tinggi, Pamulang, Tangerang Selatan. Diduga, ABG itu tewas akibat over dosis.

Petugas satpol PP Pamulang, Asep yang berada di lokasi ketika itu menyatakan, korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB didepan Situ Sasak Tinggi. Sebelum tergeletak didepan Situ maut tersebut, korban sempat terlihat sempoyongan didalam angkutan umum. Usai turun dari angkut, korban langsung ambruk didepan situ Sasak Tinggi.

Tidak lama, sejumlah warga kampung Saidin, Kelurahan Bambu Apus, Ciputat yang berada tidak jauh dari lokasi dan penguna kendaraan yang menyusuri jalan itu, mencoba menolong korban. Sayang, nyawa korban tidak lagi bernyawa ketika dicek.”Korban sudah tidak lagi bernyawa, akhirnya dilarikan ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan,” jelas Asep.

Wakapolsek Pamulang AKP Tatang Syarif, ketika dihubungi tidak mengetahui jelas penemuan mayat tersebut, namun pihaknya akan melakukan penelusuran terkait penemuan mayat pemuda di depan Situ Sasak Tinggi, Pamulang.”Kita akan mengecek, apa modus dari kematian pemuda tersebut,” jelas Wakapolsek. (i’in)

Tangerangonline.com, 25 Maret 2009

Ditulis dalam Kriminalitas | Leave a Comment »

Sssst, Ciputat Marak Kawin Kontrak, Loh !

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 26, 2009

CIPUTAT- Wilayah Ciputat Timur Tangerang Selatan disinyalir sebagai daerah tempat menjamurnya kawin kontrak yang umumnya dilakukan oleh pria warga negara asing dengan warga setempat.

Satpol PP Ciputat Timur berjanji segera merazia pasangan ‘cinta terlarang’ itu dalam waktu dekat ini. Kepala Satpol PP Ciputat Timur, Filex T menyatakan, dari laporan warga setempat kepada pihak Satpol PP Ciputat di beberapa kontrakan dan kost, dan penginapan kelas menengah atas yang berada di sejumlah titik di Ciputat Timur terendus kabar marak kawin kontrak.

”Mereka umumnya para pendatang atau pria asing yang melakukan perkawinan kontrak dengan perempuan setempat. Informasi kawin kontrak sudah berkali-kali dari warga setempat, musim liburan seperti ini biasanya terjadi kawin kontrak,” ucap Filex.

Menurutnya, modus kawin kontrak masih rumit untuk diusut tuntas persoalannya, karena dilakukan secara diam-diam oleh kedua pasangan kawin kontrak disumpah dihadapan penghulu yang mengesahkan perkawinan itu. Tetapi, lokasi dimana tempat tinggal untuk memuaskan syahwat kedua insan kawin kontrak tersebut rata-rata menempati rumah kontrakan dan kost-kosan yang berada dilingkungan warga, termasuk disejumlah penginapan elit yang berada di kawasan Ciputat Timur.

”Biasanya di rumah kontrakan, kos-kosan, dan penginapan elit dijadikan ajang pertemuan mereka untuk memuaskan hasratnya,”ucap Filex sambil menyebutkan nama wilayah seperti Rempoa, Serua dan Jalan Dewi Sartika lokasi yang marak kawin kontrak.

Atas keluhan warga tersebut pihaknya akan menerjunkan puluhan petugas merazia pasangan kawin kontrak.”Dalam waktu dekat ini kita akan mengelar operasi kawin kontrak,” tegasnya.(i’in)

Tangerangonline.com, 25 Maret 2009

Ditulis dalam Serba-serbi | 1 Komentar »