Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Pembangunan Jalan Tol JORR II Terhadang Masalah Pembebasan Tanah

Posted by kinclonk pada 25 Maret 2009

JAKARTA, KOMPAS – Pembangunan sejumlah ruas jalan tol Jakarta Outer Ring Road atau JORR II terhadang masalah pembebasan tanah.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Departemen Pekerjaan Umum Nurdin Manurung yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/3) pagi, membenarkan hal ini.

Dari rencana enam ruas jalan tol JORR II, empat di antaranya sudah masuk tahap penandatanganan kontrak. Keempat ruas tol itu adalah Jalan Tol Bandara Soekarno Hatta-Kunciran (15,2km) oleh PT Marga Kunciran Cengkareng, Jalan Tol Kunciran-Serpong (11 km) oleh PT Trans Marga Nusantara, Jalan Tol Cinere-Jagorawi (14,7 km) oleh PT Translingkar Kita Jaya, dan Jalan Tol Cibitung-Tanjung Priok (22,5 km) oleh PT MTD Malaysia.
Sedangkan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (25,5 km) dan Jalan Tol Serpong-Cinere (10 km) belum masuk penandatanganan kontrak.

Nurdin mengungkapkan, sejauh ini baru Jalan Tol Cinere-Jagorawi yang menunjukkan kemajuan. Nurdin memuji investor Jalan Tol Cinere-Jagorawi yang berani melakukan investasi pengadaan tanah senilai Rp 400 miliar di Seksi I (Cimanggis), yang kini hampir rampung. Pada seksi berikutnya, pemerintah membantu melalui Badan Layanan Umum Pengadaan Tanah.

PROBLEM TANAH
Nurdin mengakui saat ini pembebasan tanah menjadi persoalan utama yang dihadapi investor jalan tol.
“Pada masa depan, pembebasan tanah harus dilakukan pemerintah lebih dahulu, baru kemudian dibangun dan dioperasikan pihak swasta. Sekarang, pembebasan tanah masuk dalam kontrak, dan siapa yang bertanggung jawab tidak jelas lagi,” ujarnya.
Benchmark di sejumlah negara, pembebasan tanah di jalan tol di China dan Malaysia dilakukan pemerintah.
“Aturan di Indonesia perlu direvisi agar investor jalan tol di negeri ini bergairah. Dibutuhkan aturan pelaksanaan pembebasan tanah lebih pasti. Aturan saat ini merugikan investor jika tahap pembebasan tanah tidak mengalami kemajuan. Sebab, ini akan menghilangkan masa konsesi sehingga tingkat kelayakan proyek makin turun,” katanya.

Nurdin mengakui, pelaksanaan pembebasan tanah harus transparan. Lokasi tanah yang ditetapkan untuk jalan tol diumumkan, kemudian dibekukan pemerintah agar tidak ada peluang bagi spekulan tanah. (KSP)

Koran Kompas, 25 Maret 2009

About these ads

4 Tanggapan to “Pembangunan Jalan Tol JORR II Terhadang Masalah Pembebasan Tanah”

  1. Sartono said

    Dh,perkenankan saya warga pakujaya,menanggapi pengakuan Bapak Nurdin Manurung yang menyatakan pengakuannya bahwa “Proses pelaksanaan pembebasan tanah harus transparan….
    Kata HARUS… itu wajib tentunya ada perlindungan perangkat hukumnya,sebagai perlindungan hak warga, rakyat,pemerintah,pengusaha
    Truss lanjutkan perjuangannya Pak…
    Artinya Perencanaan yang sudah matang disosialisaikan ke masyarakatyang bakal terkena,sehingga mereka bisa juga merencanakan kedepanya,jika perencanaan yang sudah beredar kemudian berubah…ini bisa membuat masyarakat resah,yang tadinya diluar jalur,,ee ternyata kena jalur tol, pastinya mereka gak siap…
    Trim..
    sartono

  2. Rhino said

    Tidak masalah sebetulnya jika pembebasan lahan dilakukan pemerintah tetapi kita lihat fakta pembebasan oleh pemerintah. Kesan kesewenang-wenangan justru selalu muncul. Bahkan Perpres 36/2005 yang mengatur pembebasan tanah tampak sekali memperkosa hak sah warga negara atas tanah yang dimilikinya.
    Apabila membebasan jalan tol yang hasilnya merupakan investasi swasta dan keuntungannya kemudian mereka nikmati, ternyata dibangun di atas lahan yang diperoleh dari hasil memperkosa hak warga negara, apakah bukan berarti negara (pemerintah) telah menyejahterakan investor yang sebagian mereka bukanlah warga negara Indonesia dengan menyengsarakan kehidupan warga negaranya sendiri.
    Mau dibawa kemana negeri ini?

  3. Fitri said

    Dgn Hormat, Sy mempunyai tnh di daerah kunciran mas, rencananya akn sy bngun awal mei lalu, tp krn wrga d sekitar tnh sy trsebut blg kemungkinan tnh sy akan terkena jalur tol jorr2, sy jd ragu2 untk membangunnya, ttpi mslhnya sampai saat ini blm ada pemberitahuan yg resmi, apakah tnh sy dan rmh2 d sekitarnya bnr terkena jalur tol atau tdk, sy mhn kepada yg berwenang untk segera menginformasikan kpd kmi wrga kunciran khususnya lahan mana saja yg akan terkena tol tsb, krn kmi jg hrs memikirkan akan pindah kmana klu mmg bnr2 terkena jalur tol, trima ksih

  4. abusyafiq said

    Ass.wr.wb.
    Izinkanlah saya warga Perum Paku Jaya Blok A25, mengomentari masalah proses pembebasan tanah, mohon jauh2 hari (secepatnya) warga diajak musyawarah sehingga warga yang terkena gusuran bisa mempersiapkan dan merencanakan masa depan keluarganya, terutama masa depan anak2nya, sekolahnya dll………….

    Wassalam,
    Kuncung Susilo

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: