Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 24, 2009
SERPONG-Bundaran Alam Sutera dinilai sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.
Bentuknya yang terlalu melingkar membuat kendaraan harus berhati-hati setiap melintasi bundaran yang menjadi ikon perumahan tersebut. Terutama bagi truk dan tronton yang sarat muatan berat. Terakhir kontainer yang membawa dua peti kemas terbalik karena terlalu tajamnya tikungan tersebut. Bahkan sebelumnya ibu rumah tangga tewas terserempet lalu terlindas truk sehari sebelum tergulingnya kontainer.
“Memang bundaran Alam Sutera tergolong tempat yang sangat rawan, baik kemacetan maupun lakalantas seperti mobil terbalik. Saya lihat tikungan yang terlalu tajam membuat truk dengan muatan yang berlebihan dan menjulang tinggi akan mudah terbalik,” ujar Aiptu Sahabi, Kanitlantas Polsek Serpong. Selain itu menurut Sahabi, bundaran Alam Sutera menjadi titik yang fokus diperhatikan perputarannya setiap harinya.
Bahkan di sekitar lokasi bundaran di tempatkan pos polisi yang setiap harinya dijaga paling tidak oleh tiga anggota polisi lalulintasnya. “Untuk mengurangi tingkat kemacetan dan kecelakaan, setiap hari terutama pada jam-jam padat lalulintas pada pagi, siang dan sore hari yang menjadi jam pulang aktivitas kami selalu menyiagakan personil lalulintas. Apalagi bundaran Alam Sutera merupakan gerbang utama keluar dan masuk penghuni perumahan. Ditambah lagi lalulintas kendaraan baik dari arah Kota maupun BSD-City,” bebernya. (bon)
Radar Banten, 24 Maret 2009
Ditulis dalam Lalulintas | Leave a Comment »
Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 24, 2009
PAMULANG – Pejabat susulan Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) yang bakal mengisi sepuluh SKPD masih didominasi Pemprov Banten.
Dari sepuluh itu, tujuh jabatan merupakan eselon dua. Sedangkan eselon tiga berjumlah tiga.
Pejabat Pemprov Banten yang akan mengisi jabatan eselon dua ini adalah empat orang. Sisanya, sebanyak tiga orang berasal dari Pemkab Tangerang.
Asda I Pemkot Tangsel A Hadi mengungkapkan, ketujuh pejabat eselon dua itu rencananya akan dilantik Selasa (7/4) mendatang.
“Tujuh pejabat eselon dua yang akan dilantik komposisinya tiga dari Pemkab Tangerang dan empat dari Pemprov Banten,” terang A Hadi, Senin (23/3).
Mantan Kabid Desentralisasi Biro Pemprov Banten ini mengatakan, pengisian posisi ini berdasarkan kompetensi, pengalaman kerja, dan pangkatnya.
“Ketujuh pejabat ini kita nilai layak mengisi posisi menjadi kepala SKPD tersebut,” jelasnya.
Ketujuh pejabat eselon dua itu nantinya akan mengisi jabatan sebagai sekretaris DPRD (sekwan) Kota Tangsel, kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi, dan Pariwisata, kepala Dinas Kesehatan dan Sosial, kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Penanaman Modal, kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi.
Kemudian, kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, dan kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana.
Sedangkan jabatan eselon tiganya adalah kepala kantor lembaga teknis daerah (LTD) setingkat dinas dan badan, yaitu kepala Kantor Lingkungan Hidup, Kepala Kesbangpol, dan Kepala Satuan Polisi Pamongpraja. “Nama-nama calon pejabat itu berkasnya sudah kita ajukan kepada tim Baperjakat Provinsi Banten,” terangnya. (ang)
Radar Banten, 24 Maret 2009
Ditulis dalam Tangerang Selatan | Leave a Comment »
Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 24, 2009
PAMULANG-Total anggaran sebesar Rp 162,8 Miliar untuk Pemerintah baru Kota Tangerang Selatan belum dikucurkan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemprov Banten. Idealnya, dana itu sudah diterima setelah pejabat baru dilantik.
Kabag BKD Kota Tangsel Yudi Susanto mengatakan, dari total dana Rp 162,8 M tersebut hanya Rp 5 Milliar dari Pemprov Banten yang sudah masuk ke rekening Bank Jabar untuk dana hibah di Kota Tangsel, namum anggaran belum bisa dipergunakan alias belum cair dan masih tersimpan di bank.
Sementara, sisanya dana sekitar Rp 157.8 M (Rp 162,8 M-Rp 5 M=157.8 M) juga belum dikucurkan, anggaran tersebut nantinya guna rancangan untuk dana pembangunan dan rencana awal perencanaan dinas-dinas yang membutuhkan dana dalam masa transisil..”Sesuai UU No 51/2008, tentang pembentukan Kota Tangsel, sesudah Tangsel terbentuk dan pejabat baru dilantik dana itu harus diserahkan, namun belum sama sekali kita mendapatkan kucuran dana tersebut,” ujar Yudi.
Rinciannya dana Rp 162,8 M, lanjut Yudi yakni dari dana hibah untuk APBD Kota Tangsel dari Pemkab senilai Rp 15 M, anggaran hibah 5 Milliar dari Pemprov Banten, dana spesifikasi grand pendidikan RP 15 Milliar dan dana kas hasil bagi pajak sebesar Rp 127,8 M.”Selama ini kas Tangsel masih kosong, karena anggaran belum diberikan kepada Pemkot Tangsel. Belum lagi, dana 15 Miliar untuk pemilu ke Tangsel,” tandasnya. (I’in)
Tangerang Online, 23 Maret 2009
Ditulis dalam Tangerang Selatan | Leave a Comment »
Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 24, 2009
TANGERANG (SINDO) – Anggaran khusus pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan ditambah Rp15 miliar. Jumlah tersebut akan melengkapi anggaran Rp121 miliar yang dialokasikan Pemkab Tangerang untuk Kota Tangsel.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Administrasi Umum (Asda II) Pemkot Tangsel Ayi Ruhiyat mengatakan, anggaran sejumlah Rp15 miliar itu diberikan Pemprov Banten.
”Sebenarnya tidak hanya Tangsel, seluruh kota dan kabupaten yang ada di Banten juga mendapatkan anggaran khusus untuk pendidikan itu,” kata Ayi kemarin. Dengan begitu, jumlah anggaran untuk Kota Tangsel totalnya mencapai Rp283 miliar. Perinciannya, Rp121 dana alokasi dari Pemkab Tangerang, dana hibah Rp15 miliar dari Pemkab Tangerang,dana hibah Rp5 miliar dari Pemprov Banten, ditambah Rp127 miliar yang diambil dari bagi hasil atas pajak asal Tangsel.
”Dari anggaran sebanyak itu,seluruhnya belum cair semua.Rencananya, besok (hari ini) akan dibahas bersama Pemkab Tangerang dan Pemprov Banten,”jelasnya Tujuan ditambahnya anggaran khusus pendidikan adalah mendukung perbaikan sistem pendidikan dan menunjang peningkatan mutu pendidikan umum. ”Kita akan meng-cover sektor pendidikan yang belum tercover,” ucapnya.
Ayi menerangkan, dengan jumlah penduduk sekitar 1.044.000 jiwa, anggaran sebesar Rp283 miliar masih terbilang biasa. ”Apalagi hingga saat ini, kita belum mengetahui berapa jumlah yang dipersiapkan Pemkab Tangerang untuk sektor pendidikan di Tangsel,”ucapnya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Undang Wahyudin mengaku tidak tahu pasti berapa anggaran yang akan digelontorkan untuk Kota Tangsel. ”Yang saya tahu, kita diberikan anggaran sekitar Rp500–600 miliar dari sekitar Rp1,2 triliun atas PAD Kabupaten Tangerang. Saya tidak mengetahui anggaran untuk Tangsel,karena sampai saat ini belum ada pemisahan anggaran untuk Kota Tangsel,” ujarnya. (denny irawan)
Seputar Indonesia, 23 Maret 2009
Ditulis dalam Tangerang Selatan | Leave a Comment »