Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk Maret 22nd, 2009

Praktek Premanisme di Banten Marak, Investor Kabur

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 22, 2009

KOTA– Banyaknya praktek premanisme berdasi yang terjadi di Provinsi Banten disinyalir membuat sejumlah investor kabur meninggalkan Banten. Kaburnya para investor akan menambah banyaknya penganguran dan kemelaratan bagi rakyat kecil.

Hal tersebut disampaikan Direktur Krakatau stell, Taufiqurahman Ruki, kepada Tangerang Online, Sabtu (21/1) usai menghadiri kegiatan ulang tahun Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI).

“Banyaknya bentuk premanisme yang terjadi di Banten saat ini, membuat investor berpikir dua kali untuk menanamkan modalnya di Banten, karena aktornya bukan hanya preman beneran, tapi juga oknum aparat yang ikut ambil bagian,” Ujar Ruki.

Dengan kaburnya para investor, nantinya menurut Ruki akan sangat berdampak bagi perekomonian rakyat, akan banyak pengangguran dan industri yang gulung tikar. Untuk itu ia berharap pemerintah harus peka dan tegas untuk bertindak dengan segala bentuk premanisme yang terjadi, sehingga para investor akan merasa aman dan nyaman berinvestasi di Provinsi yang kaya dengan potensi.

“Sudah saatnya pemerintah buat kebijakan dan regulasi untuk mempermudah perijinan, jangan ada lagi uang ini itu yang ngak jelas, perbaiki iklim investasi di Banten, dengan demikian kita tidak akan terpuruk dengan banyaknya pengangguran,” bebernya lagi. (dini)

Tangerang Online, 21 Maret 2009

Ditulis dalam Kriminalitas | Leave a Comment »

Nyamuk Aedes Agepty Tewaskan 2 Warga

Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 22, 2009

SERPONG- Dinas Kesehatan Kabupaten mencatat dalam tiga bulan terakhir ini, dua warga di Kota Tangerang Selatan meninggal akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti

“Sejak Januari hingga Maret 2009, nyawa dua warga di Tangsel melayang akibat DBD,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Tangerang, Dr Yully Soenar Dewanti. Bahkan, jumlah pasien DBD mencapai 226 pasien, dua diataranya warga Tangsel yang tidak kuat melawan gigitan nyamuk tersebut hingga akhirnya meninggal.

“Dinkes berharap warga lebih waspada. Pergantian musim membuat nyamuk DBD makin mengancam,” ungkapnya. Meski begitu, korban tewas pada tahun sebelumnya lebih meningkat ketimbang tiga bulan pada 2009, yakni sekitar 250 jiwa dengan 4 korban jiwa meninggal.”Penyebaran DBD lebih meningkat di Pamulang, Ciputat dan Pondok Aren. Ketiga area itu merupakan pemukiman pada dan menjadi sarang bagi nyamuk,” jelas Yully. (I’in)

Tangerang Online, 21 Maret 2009

Ditulis dalam Kesehatan | Leave a Comment »