KOTA– Banyaknya praktek premanisme berdasi yang terjadi di Provinsi Banten disinyalir membuat sejumlah investor kabur meninggalkan Banten. Kaburnya para investor akan menambah banyaknya penganguran dan kemelaratan bagi rakyat kecil.
Hal tersebut disampaikan Direktur Krakatau stell, Taufiqurahman Ruki, kepada Tangerang Online, Sabtu (21/1) usai menghadiri kegiatan ulang tahun Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI).
“Banyaknya bentuk premanisme yang terjadi di Banten saat ini, membuat investor berpikir dua kali untuk menanamkan modalnya di Banten, karena aktornya bukan hanya preman beneran, tapi juga oknum aparat yang ikut ambil bagian,” Ujar Ruki.
Dengan kaburnya para investor, nantinya menurut Ruki akan sangat berdampak bagi perekomonian rakyat, akan banyak pengangguran dan industri yang gulung tikar. Untuk itu ia berharap pemerintah harus peka dan tegas untuk bertindak dengan segala bentuk premanisme yang terjadi, sehingga para investor akan merasa aman dan nyaman berinvestasi di Provinsi yang kaya dengan potensi.
“Sudah saatnya pemerintah buat kebijakan dan regulasi untuk mempermudah perijinan, jangan ada lagi uang ini itu yang ngak jelas, perbaiki iklim investasi di Banten, dengan demikian kita tidak akan terpuruk dengan banyaknya pengangguran,” bebernya lagi. (dini)
Tangerang Online, 21 Maret 2009
