Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 12, 2009
PAMULANG- Ribuan warga dari tiga kelurahan di Kecamatan Pamulang akan mendapatkan pengobatan massal kaki gajah. Tiga kelurahan tersebut adalah, Kelurahan Pamulang Timur, Kelurahan Bambu Apus dan Kelurahan Pondok Cabe Udik.
Bagian Surveyland Puskesmas Pamulang, Jajang mengatakan sasaran untuk pengobatan kaki gajah tersebut adalah warga yang memiliki usia 2- 14 tahun. “Rencananya pengobatan massal akan dilakukan pada bulan Mei- Juni tahun ini,”katanya saat ditemui di ruang kerjanya.
Jajang kembali mengatakan sebelumnya sudah ada lima kelurahan yang ada di wilayah Pamulang yang sudah mendapatkan pengobatan kaki gajah yaitu di Pamulang Barat, Pondok Benda, Benda Baru, Pondk Cabe Ilir dan Kedaung yang jumlah keseluruhan warga yang minum obat kaki gajah tersebut sebanyak 158. 425 ribu jiwa.
Dan obat kaki gajah yang diminum warga menurut Jajang ada tiga jenis salah satunya adalah Albendazol. “Untuk berapa jumlah warga yang bakal minum obat tersebut hingga kini masih dilakukan pendataan dan penyuluhan,”ujarnya lagi.
Pasalnya, masih banyak masyrakat yang berpikir bahwa tubuh mereka tidak sakit sehingga tidak perlu minum obat tersebut. Tidak hanya itu saja, kendala lainnya adalah efek atau dampak setelah minum obat tersebut seperti rasa mual dan keluarnya cacing dari beberapa bagian tubuh yang mungkin ada yang tidak wajar. Misalnya saja selain lewat anus, cacing akan keluar juga bisa melalui lubang hidung dan mulut. “Kami akan terus melakukan penyadaran kepada masyarakat akan bahaya kaki gajah. Sehingga mereka nantinya minum obat tersebut bukan karena paksaan melainkan karena kesadaran akan kesehatan dirinya disamping untuk menekan jumlah penderita kaki gajah,”pungkasnya. (cha)
Tangerang Online, 11 Maret 2009
Ditulis dalam Kesehatan | 1 Komentar »
Ditulis oleh kinclonk di/pada Maret 12, 2009
PAMULANG – Penjabat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) HM Shaleh MT, tampaknya enggan berlama-lama melantik pejabat eselon dua. Shaleh pun enggan menunggu hingga Sekretaris Kota (sekot) Kota Tangerang Selatan dilantik. Ini demi berjalannya roda pemerintahan di Tangsel.
Dalam waktu dekat ini, Shaleh akan melantik 14 pejabat eselon dua untuk mengisi sejumlah pos SOTK Pemkot Tangsel, seperti kepala SKPD dan asisten daerah.
“Kalau sekot masih lama, saya akan lantik yang sudah siap dulu. Toh, sejauh ini tidak ada aturan pelantikan mengenai sekot dulu. Kemungkinan bisa minggu ini,” kata Shaleh, Selasa (10/3).
Shaleh mengakui telah menerima usulan nama pejabat yang akan pindah ke Pemkot Tangsel. Yakni, 37 pejabat eselon dua dan tiga dari Pemkab Tangerang yang terdiri 16 pejabat eselon dua dan sebanyak 21 pejabat eselon tiga. Selain itu, 35 pejabat eselon dua dan tiga dari Pemprov Banten.
“Semua nama tersebut bakal kembali diseleksi. Nama-nama pejabat yang diajukan dari Pemprov Banten dan dari Pemkab Tangerang itu baru nama-nama calon yang diajukan. Jadi, kemungkinan mereka bisa diterima dan bisa dicoret.,” jelasnya.
Terkait Sekot Tangsel hingga kini pihaknya masih menunggu hasil skoring dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto.
Shaleh berjanji akan kembali mengecek ke Depdagri untuk menanyakan masalah sekot tersebut. “Kami akan mengecek lagi ke Mendagri, apakah hasil sekot ini sudah keluar,” tandasnya.
Terpisah, Koordinator Pokja Kelembagaan dan Personel Apon Suryana mengatakan, pelantikan ke-14 pejabat itu dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan organisasi dan berdasarkan skala prioritas.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Tb Bayu Murdani meminta pelantikan pejabat di kota Tangsel dipercepat. Karena, agenda kerja pemerintahan Kota Tangsel sangatlah padat. Sedangkan waktu kerja yang diatur undang-undang sangat singkat.
“Jadi, tidak boleh ada penundaan dalam persiapan struktur pemerintahannya. Apalagi, agenda terpenting dari pemerintahan sementara ini adalah persiapan pemilihan kepala daerah,” jelasnya. (ang)
Radar Banten, 11 Maret 2009
Ditulis dalam Tangerang Selatan | 1 Komentar »