Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk Februari 20th, 2009

DBD di Tangsel Makin Meluas

Ditulis oleh kinclonk di/pada Februari 20, 2009

Menurut Kepala Puskesmas Ciputat Timur drg Maya Mardiana, sepanjang pertengahan Febuari ini sudah terdapat tiga korban DBD. Sedangkan di bulan Januari hanya empat korban DBD. Semuanya itu dinyatakan positif terjangkit penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegepty itu.
“Kalau di sini, daerah endemis DBD terdapat di Kelurahan Cirendeu,” jelas dokter berkacamata ini, Kamis,(19/2). Maya menjelaskan, Saat ini sudah tiga lokasi di Kelurahan Cirendeu dilakukan fogging. Padahal, menurutnya, fogging itu tidak efektif.
Karena yang efektif itu adalah warga meningkatkan program pembersihan sarang nyamuk (PSN) dan 3-M (membersihkan, mengubur, dan menutup) “Apalagi memasuki musim pancaroba saat ini, fogging tidak efektif masih banyak terdapat angin kencang dan cuacanya pun berubah-ubah. Sehingga dampaknya bisa menimbulkan nyamuk,” katanya.

Pada bagian lain, Kepala Puskesmas Pamulang drg Unna Ramadhona mengaku, hingga pertengahan Februari ini di wilayahnya sudah terdapat 25 kasus DBD. Dari 25 korban itu, 14 orang positif DBD dan dirawat inap di Puskesmas, 11 orang suspect, dan dua orang dirujuk ke RSUD Tangerang. “Sedangkan yang masih dirawat saat ini berjumlah enam orang,” katanya.
Menurut Unna, meningkatnya jumlah korban ini karena musim pancaroba yakni musim hujan beralih ke musim panas. Untuk itu, warga diminta waspada sebagai antisipasi DBD. Diperkirakan, akhir April mendatang penyakit ini akan berakhir. “Kita harapkan warga menjaga kebersihan lingkungan, karena kesehatan merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pondok Aren dr Endang Sri Sumarwah mengatakan, Februari ini sekitar 6 warga dinyatakan terjangkit DBD.
Kesemuanya itu masih suspect DBD. Sedangkan Kepala Pukskesmas Kampung Sawah Ciputat dr Andi Fatmawati mengatakan, di wilayahnya sepanjang bulan Januari lalu terdapat dua warga postif DBD, sedangkan di bulan Februari ini baru dua pasien. (ang)

Radar Banten, 20 Februari 2009

Ditulis dalam Kesehatan | Leave a Comment »

Pokja Khawatir Pemerintahan Tak Optimal

Ditulis oleh kinclonk di/pada Februari 20, 2009

PAMULANG – Kelompok Kerja (Pokja) Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) khawatir pemerintahan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tak optimal. Sebab, hingga kini Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) Taufik Effendi belum mengesahkan SOTK Kota Tangerang Selatan.
Koordinator Pokja Kelembagaan dan Pemerintahan Kota Tangerang Selatan Apon Suryana mengatakan, SOTK merupakan tonggak untuk menjalankan roda pemerintahan Kota Tangsel ke depan.
“Apabila Sekot telah dapat diketahui tetapi SOTK belum disahkan maka dikhawatirkan roda pemerintahan tidak akan berjalan dengan optimal,” kata Apon, Kamis (19/2).

Asda III Provinsi Banten ini mengatakan, pengesahan SOTK merupakan hal yang lebih penting daripada menunggu hasil perankingan tiga calon Sekot Tangsel. “Saat ini yang penting adalah SOTK dapat keluar dan bisa kita ketahui hasil pengesahan tersebut. Karena itu, kita sedang berusaha agar Menpan segera mengesahkan SOTK terlebih dahulu terangnya. Kata Apon, dalam pengisian personel Pemkot Tangsel nantinya tidak akan asal tunjuk.
Pengisian personel ini berdasarkan mekanisme. “Walaupun penunjukan personel tersebut adalah kewenangan Penjabat Walikota, tapi prosedurnya tidak asal tunjuk,” katanya. Ketika ditanya apakah akan ada pengunduran pelantikan sekot dan personel pemkot Tangsel, dengan tegas Apon menyatakan bahwa semuanya akan sesuai rencana.
“Kita upayakan bahwa minggu depan sudah keluar dan bisa dilakukan pelantikan. Sebab, penunjukan personel pun tidak terlalu lama, sebab Penjabat Walikota sudah memegang personel-personel yang diajukan Pemkab Tangerang dan Pemprov Banten. Sehingga, tinggal membaginya saja,” terang Apon. (ang)

Radar Banten, 20 Februari 2009

Ditulis dalam Tangerang Selatan | Leave a Comment »

Fasum di Bekasi Tangerang dan Depok Tak Terurus

Ditulis oleh kinclonk di/pada Februari 20, 2009

TANGERANG (Pos Kota) – Fasilitas umum warga Bekasi, Tangerang, dan Depok kian hari kian jeblok. Shelter buskota rusak dipenuhi corat-coret, terminal angkutan umum dijejali pedagang, jembatan penyeberangan orang (JPO) dan taman tak terurus, bahkan jam pengingat waktu di taman kota pun penunjuk waktunya ngaco (tak karuan).

Sisi lainnya, jalan protokol sampai jalan desa di Bekasi, Tangerang, dan Depok rusak di mana-mana. Warga geram pada kebijakan pembangunan pemda karena dinilai tak sensitif.

Pos Kota memantau, fasilitas umum di Bekasi, Tangerang, Depok yang dibangun dengan dana puluhan miliar rupiah kondisinya menyedihkan.

Di Kota dan Kabupaten Bekasi, berbagai fasilitas, semisal shelter, jembatan penyeberangan, dan terminal sebagian besar dibiarkan telantar.

Terminal Bekasi misalnya, lantaran pelatarannya berlubang, banyak angkot dan buskota tidak masuk ke terminal. Angkutan yang keluar Tol Bekasi Barat, lebih banyak menurunkan penumpang di Rawapanjang, tidak sampai terminal. Penumpang terpaksa menyambung dengan angkot.

K-5 DI BADAN JALAN
Hal sama terjadi di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, angkutan umum berjejalan di bibir fly-over yang belum lama ini dibuka sehingga menyebabkan kemacetan di Jalan Raya Ciputat.

Kondisi ini diperparah dengan lapak kaki-5 yang merangsek ke badan jalan. “Ampun deh melintas di sana,” kata Tata, warga Pamulang.

Subterminal Pasar Baru di Kota Tangerang dan Balaraja di Kabupaten Tangerang pun serupa. Angkutan umum plat hitam dan angkot ngetem di luar, menimbulkan kemacetan. “Kalau tak difungsikan sebaiknya dihilangkan saja,” kata Kiki, warga Sukasari, Kamis (19/2).

Ahsan Annahar, Juru Bicara Pemkot Tangerang, mengutarakan setiap tahun anggaran perbaikan fasilitas umum itu disediakan. Hanya saja, ada perusak fasilitas umum. “Kini Pemkot menggagas pemeliharaan sarana umum secara bersama-sama warga kota.”

Terminal Depok sempat ditata Dishub dan Polres, kini kembali semrawut. Antrean angkutan mengular sampai depan kantor walikota dan padat di pintu keluar terminal Jalan Margonda dan Jalan Arif Rahman Hakim. Penyebabnya, angkot ngetem di pintu keluar. Di dalam terminal, ribuan pedagang memadati lahan kosong, bahkan di atas jembatan Irigasi Barat.

JEMBATAN PENYEBERANGAN
Setali tiga uang, ternyata jembatan penyeberangan orang (JPO) di Bekasi, Tangerang, dan Depok pun sama tak terawatnya. Semisal JPO di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Sudirman (Kranji), besinya mulai keropos.

Bahkan jembatan penyeberangan di Jalan H Juanda (depan Pasar Baru Bekasi) sempat jadi besi tua, akhirnya dijual ke ‘Madura’.

Di Kota Tangerang sebagian besar JPO tak berfungsi karena dibangun tak sesuai kebutuhan warga, akibatnya JPO itupun rusak. Hanya dua JPO yang berfungsi yaitu di depan D’Best Cikokol dan Kebon Nanas.

Juga di Kota Tangerang, tepat di Taman Cikokol, sebuah jam besar yang ditempatkan di tugu berdesain Mesjid Raya Al-A’zhom yang menelan anggaran ratusan juta rupiah, ternyata ngaco.

JALAN BERLUBANG
Yang paling memprihatinkan, ternyata kerusakan jalan protokol, jalan antarkecamatan, dan jalan antardesa di Bekasi, Tangerang, dan Depok nyaris seluruh dalam kondisi rusak parah.

Di Depok, kemegahan kota terganggu dengan jalan-jalan berlubang yang ada di hampir setiap ruas jalan, kendati setiap tahun diperbaiki.

Tengok Jalan Raya Meruyung sepanjang 3 Km dari arah Masjid Kubah Emas menuju Kampus UPN Veteran, Limo rusak berat. Disusul arah Jalan Raya Limo, mulai perempatan Jalan Bandung hingga Mal Cinere.

Di Kabupaten Tangerang jalan rusak, bahkan hancur pun nyaris terdapat di banyak wilayah. Semisal Jalan Rajeg-Mauk sejauh belasan kilometer rusak.

Saking jengkelnya, warga di sana menanam pohon pisang di badan jalan rusak itu. Kerusakan jalan parah pun terjadi di Jln. Cisoka-Cangkudu, Cisoka-Solear, Jalan Ibukota Tigaraksa, dan masih banyak lagi.

“Bila anggaran tak cukup, ditambal-sulam saja,” kata Yopie Sampurna, Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Publik, Advokasi dan HAM Kabupaten Tangerang.

H. Dedi Sutardi, Kadis PU Kabupaten Tangerang, mengungkapkan terkait pembentukan Kota Tangerang menyebabkan tertahannya pengesahan APBD Kabupaten Tangerang 2009 oleh Gubernur Banten, maka perbaikan tambal-sulam jalan rusak belum bisa dilaksanakan.

DIKORUPSI KALE….
Banyak jalan rusak di Bekasi membuat Happy Salma miris. Menurut artis yang sedang sibuk menjadi presenter Panggung Teater di TVRI ini jalan rusak karena dikorupsi.

“Jalan bikinan era Belanda saja masih ada yang bagus. Masak di era reformasi ini masih banyak jalan yang berlubang. Tidak kota Bekasi saja lho, kota Jakarta juga banyak berlubang. Dikorupsi kale uangnya,” kata Sukabumi, Jawa Barat, 4 Januari 1980, ini kepada Pos Kota, Kamis (19/2).

Bagaimana bintang sinetron Bujangan, Si Cecep, Kutunggu Cintamu, Nyonya Nyonya Sosialita, Laba Laba Cinta, Dari Lubuk Hatiku, Cowok-Cowok Keren dan film Gie serta Hantu Aborsi ini tidak miris. Baru saja jalan dibangun sudah digali lubang untuk PAM atau listrik atau kabel-kabel lainnya.

“Pemda kayaknya tidak punya planning dalam membangun tata kota. Sepertinya disengaja supaya bisa menghabiskan uang. Mestinya kan ada kerjasama antara dinas satu dengan dinas lainnya. Sehingga pembangunan sebuah kota tertata dengan baik,” kata selebritis yang masih sendiri ini.
(tim PK)

Pos Kota, 20 Februari 2009

Ditulis dalam Umum | Leave a Comment »