Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk Februari 19th, 2009

Kadis Infokom Temukan Pungli di Ciputat

Ditulis oleh kinclonk di/pada Februari 19, 2009

KABUPATEN TANGERANG – Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Pemkab Tangerang Deden Sugandi menemukan adanya pungutuan liar di wilayah Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Rabu (18/2). Pungli terhadap sejumlah pengendara mobil dan motor itu dilakukan oleh oknum berseragam abu-abu hitam yang diduga merupakan pegawai Dinas Infokom Kabupaten Tangerang.

Namun sayangnya Deden tidak meminta surat tugas oknum tersebut dan hanya meminta kepada yang bersangkutan untuk menghentikan kegiatan punglinya itu. “Jadi setiap mobil yang melintas dikenakan pungutan tanpa karcis resmi retribusi. Padahal setiap pungutan di jalan harus dilengkapi dengan karcis retribusi yang jelas,” ujar Deden.

Tindakan yang dilakukan oknum tersebut, lanjut Deden, jelas merugikan orang lain dan mencoreng nama baik Pemkab Tangerang. Deden menduga kegiatan pungli tersebut dibeking oleh seseorang atau sekelompok orang yang bertujuan memperkaya diri sendiri. “Kami akan menelusuri aktor intelektual yang membeking pungli itu,” tandas eden seraya menegaskan jika diketahui ada pegawai di jajarannya yang melakukan pungli itu akan ditindak tegas sesuai ketentuan. (crl)

Tangerang online, 17 Februari 2009

Ditulis dalam Korupsi | 1 Komentar »

Tangerang Kucurkan Rp 3 Miliar untuk Prasarana Kesehatan

Ditulis oleh kinclonk di/pada Februari 19, 2009

TEMPO Interaktif, Tangerang: Wilayah Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan mendapatkan kucuran dana Rp 3 miliar dari Pemerintah Kabupaten Tangerang selaku pemerintahan induk kota yang baru terbentuk itu.

Anggaran yang bersumber dari APBD 2009 Kabupaten Tangerang itu untuk membangun prasarana dasar kesehatan dan infrastruktur perhubungan.

Menurut Camat Pamulang, Toto Sudarto, bantuan daerah induk tersebut diposkan pada pembangunan puskemas, pos pelayanan terpadu (posyandu), dan perbaikan jalan-jalan dalam kewenangan daerah.

Disebutkan, dari jumlah itu sebanyak Rp 2 miliar dialokasikan membangun puskemas dan sejumlah posyandu. Sisanya Rp 1 miliar akan dimanfaatkan bagi perbaikan jalan di wilayahnya. “Program kami tahun ini, tiap kelurahan terdapat posyandu yang memadai,” ujarnya, Selasa (17/2).

Toto mengaku, kendati wilayahnya bercirikan perkotaan, namun program peningkatan kesehatan masih amat mendesak. Terlebih 10 jenis penyakit dengan jumlah penderita tertinggi ada di hampir semua pelosok wilayah ini.

Jenis penyakit dimaksud antara lain Ispa, DBD, dan diare. “Kerena itu guna mengantisipasi tingginya penyakit ini, diprogramkan pembangunan posyandu. Jika memungkinkan, setiap kelurahan ada lebih dari dua posyandu,” kata Toto. JONIANSYAH

Tempo Interaktif, 17 Februari 2009

Ditulis dalam Kesehatan | Leave a Comment »