PONDOK AREN – Jika sebelumnya siklon badai freddy yang terjadi di Samudera Hindia diperkirakan akan berlangsung hanya lima hari.
Namun, Stasiun Klimatologi Meterologi dan Geofisika Pondok Betung memperkirakan siklon badai freddy yang terjadi di sebelah selatan Pulau Jawa itu masih akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan. Bahkan, ekor siklon ini sudah mengalami pergeseran ke Pulau Jawa dan Bali dan dapat dirasakan hingga di daerah Jawa Barat, termasuk Tangerang dan sekitarnya. Kepala Stasiun Klimatologi Meterologi dan Geofisika Pondok Betung Urip Rahardjo mengatakan, badai freddy terjadi karena tekanan udara rendah di perairan Samudera Hindia. Dampak dari siklon ini, curah hujan akan tinggi sepanjang hari.
Biasanya, intensitas hujan akan terjadi pada malam hari. “Dampak dari badai freddy ini akan menimbulkan fenomena alam, seperti hujan disertai angin kencang, bahkan petir. Ini juga akan melanda di wilayah Tangerang, khususnya di daerah Tangerang Selatan,” ucap Urip ketika ditemui di kantornya, Selasa (10/2).
Dijelaskan Urip, saat ini kecepatan angin mengalami peningkatan yang cukup drastis. Semula kecepatan angin hanya 10-15 knot/jam, namun kini naik menjadi 15-30 knot/jam.
“Padahal kecepatan angin, normalnya adalah 5 sampai 10 knot/jam,” terangnya. Maka dari itu, imbuh dia, dampak dari angin ini memungkinkan dapat menumbangkan pohon-pohon besar yang sudah berusia tua, terutama yang terdapat di jalur protokol.
Ini banyak terlihat di sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). “Untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, kami mengimbau kepada pemerintah setempat agar melakukan peremajaan pohon-pohon besar tersebut,” paparnya. Dalam kesempatan ini Urip juga mengungkapkan, gelombang tinggi di kawasan perairan bagian barat Pulau Jawa masih akan terjadi hingga Kamis (12/2) mendatang.
Ketinggian gelombang mencapai 1,5 meter hingga 3 meter. Ini tentunya berbahaya bagi nelayan yang melaut dan kapal-kapal tongkang yang melakukan pelayaran.
“Kita juga mengimbau kepada masyarakat Tangerang, khususnya nelayan di kawasan Pantai Utara Tangerang untuk lebih waspada jika ingin melaut. Sebab, dua sampai tiga hari ke depan gelombang tinggi masih terjadi,” jelasnya. Perlu diketahui, badai ini terjadi karena ada tekanan rendah. Tekanan rendah terjadi karena lintang rendah, dan Indonesia termasuk daerah lintang rendah,” terangnya. (ang)
Radar Banten, 11 Februari 2009
