CIPUTAT TIMUR – Akibat pergerakan matahari dari utara ke selatan memasuki garis khatulistiwa, cuaca hari-hari yang akan datang diperkirakan tidak menentu dan rawan badai lokal.
Forcaster Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan Marjuki mengatakan, cuaca yang tidak menentu itu biasa disebut musim pancaroba.
Hal ini berkaitan dengan pola monsunal yang sangat dominan di Indonesia. Pola monsunal biasanya bergerak mengikuti posisi matahari. Saat ini, posisi matahari mulai memasuki arah khatulistiwa. Katanya, saat pergerakan matahari terjadi, cuaca jadi tidak menentu.
“Kalau posisi matahari berubah akan mempengaruhi pola mata angin,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/2) siang. Saat matahari bergerak dari utara ke selatan arah khatulistiwa, cuaca panas dan hujan jadi tidak menentu. Untuk wilayah Banten dan Kota Tangerang Selatan, curah hujan tinggi akan mulai berkurang, jadi sedang dan ringan. Namun, untuk nelayan yang berada di pesisir pantai Utara Tangerang diimbau agar lebih berhati-hati karena tinggi gelombang laut untuk 2-3 hari ke depan mencapai 2 meter. Hal ini terjadi karena angin kencang yang mengakibatkan gelombang laut naik.
“Saat musim pancaroba, sering terjadi badai lokal seperti angin puting beliung,” katanya. Selain angin puting beliung, peristiwa alam lain yang biasa terjadi saat musim pancaroba adalah gelombang besar. (mg-hasan)
Radar Banten, 25 Februari 2009
