SERANG, KOMPAS – Menteri Dalam Negeri Mardiyanto melantik Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan M Shaleh di Aula Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Sabtu (24/1). Acara pelantikan tidak dihadiri Bupati Tangerang Ismet Iskandar dan jajaran pejabat di Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Bahkan tujuh camat yang wilayah mereka masuk wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) juga tak tampak hadir. Menurut sumber Kompas, mereka tidak hadir dalam pelantikan tersebut karena kecewa. Sejumlah pejabat menghendaki penjabat wali kota Tangsel berasal dari Kabupaten Tangerang, daerah induk yang dimekarkan di bagian tenggara menjadi Tangsel.
Bahkan, sejumlah warga Tangsel mengharapkan Mendagri tidak memaksakan mengisi penjabat wali kota Tangsel bila tidak ada orang yang layak. “Perlu ada penjabat alternatif,” kata Hidayat, penggagas berdirinya Tangsel, beberapa waktu lalu.
Penjabat dari Kabupaten Tangerang yang hadir dalam pelantikan itu adalah Wakil Bupati Tangerang Rano Karno dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Nanang Komara.
Dalam sambutannya, Mardiyanto mengatakan, sebagai daerah otonomi baru, Kota Tangsel memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan DKI Jakarta.
Tangsel merupakan daerah penyangga yang mengalami kemajuan pesat sehingga layak dimekarkan. Selain itu, Tangsel juga memiliki banyak potensi daerah yang bisa dikembangkan untuk menyejahterakan masyarakat, terutama potensi di bidang oerdagangan, jasa dan pariwisata.
Mendagri mengingatkan Pemkot Tangsel agar serius dalam menggali potensi daerah . “Jangan sampai membebani masyarakat dengan meminta retribusi-retribusi,” katanya.
Orang “dekat”
M Shaleh adalah salah satu pejabat Pemerintah Provinsi Banten yang dikenal sebagai “orang dekat” Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Selama berkarier di Pemprov Banten, dia baru menjabat kepala dinas selama lebih kurang tiga tahun. Sejak tahun 2006, M Shaleh ditugaskan sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, yang kemudian berubah menjadi Dinas Bina Marga dan Tata Ruang.
Selain itu, Shaleh juga tak memiliki latar belakang pendidikan ilmu pemerintahan. Ia berlatar pendidikan teknik. Padahal, tugas penjabat wali kota adalah menyiapkan susunan pemerintahan yang disebut Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK), sekaligus menetapkan pejabat yang akan mengisinya. Selain itu, penjabat juga bertugas melaksanakan pemilihan kepala daerah untuk memilih wali kota dan wakil wali kota definitif.
Meski demikian, Mendagri menegaskan, pemilihan Shaleh sebagai penjabat wali kota sudah sesuai dengan ketentuan. “Alasannya normatif saja, syarat administratif sudah memenuhi dan memiliki wawasan luas akan daerah yang akan dipimpinnya,” ujar Mendagri seusai pelantikan.
Secara terpisah, M Shaleh menyebutkan, program pertama yang akan dikerjakan adalah menginventarisasi infrastruktur jalan. Sementara SOTK Pemkot Tangsel masih dalam kajian.
Siap hadapi tekanan
Ia juga menegaskan siap menghadapi tekanan dari daerah induk, yakni Pemkab Tangerang. “Kalau ada hambatan, saya akan lapor ke atasan, dalam hal ini Gubernur dan Mendagri, tetapi tetap berkoordinasi dengan kabupaten induk,” katanya.
Kota Tangsel terdiri dari tujuh kecamatan, yakni Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Setu, Serpong dan Serpong Utara. Daerah otonom baru dengan luas wilayah 148,19 kilometer persegi itu memiliki penduduk lebih dari 918.783 orang. (NTA/NAS)
Koran Kompas, 25 Januari 2009
