Ditulis oleh kinclonk di/pada Januari 5, 2009
TANGERANG, SENIN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menganggarkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk rehabilitasi dan menyewa kantor sementara yang akan ditempati penjabat Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel). “Pusat perkantoran akan menempati gedung sementara hingga proses pembangunan pusat kantor yang tetap selesai direhabilitasi,” kata Ketua Tim Nonteknis Pembentukan Kota Tangerang Selatan, Hery Haryanto, Senin (5/1).
Ia mengatakan, lokasi pusat pemerintah sementara untuk kota Tangerang Selatan berada di gedung bekas PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII di Desa Cilenggang, Kecamatan Serpong. Gedung bekas PTPN VIII ini sebagai kantor alternatif karena kantor pusat yang definitif masih dalam proses pembangunan dan rehabilitasi yang berlokasi di kantor Kecamatan Ciputat.
Menurut Haryanto, anggaran tersebut berasal dari dana hibah Pemkab Tangerang sebagai pemerintah induk. Tujuannya agar gedung yang sudah direhabilitasi nanti dapat menjadi kantor yang memadai dan layak memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dana sebesar Rp 10 miliar itu digunakan untuk memperbaiki gedung berlantai tiga yang terdiri atas 25 ruangan dan aula dengan daya tampung sekitar 500 orang. Proses perbaikan meliputi pengecatan tembok, perbaikan pendingin ruangan, atap yang bocor serta membersihkan halaman.
Untuk mempersiapkan pusat perkantoran sementara, Pemkab Tangerang sedang melakukan pembicaraan dengan pihak pengelola kantor pusat PTPN di Bandung, Jawa Barat.
Pusat perkantoran di PTPN VIII Serpong dipersiapkan karena terkait dengan akan segera disahkan dan dilantiknya penjabat Wali Kota Tangerang Selatan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden. IMA
Kompas.com, 5 Januari 2009
Ditulis dalam Tangerang Selatan | Leave a Comment »
Ditulis oleh kinclonk di/pada Januari 5, 2009
TANGERANG–MI: Tarif parkir di wilayah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten dipastikan tidak akan berubah atau tidak mengalami kenaikan selama tahun 2009.
“Kenaikan tarif parkir kendaraan tidak memberikan pengaruh banyak terhadap kenyamanan pengendara,” kata Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Endang Sudjana, Senin.
Sudjana menuturkan, DPRD Kabupaten Tangerang tidak akan membahas kenaikkan tarif parkir yang dikelola perusahaan swasta atau pihak ketiga.
Meskipun pihak pengelola parkir swasta atau Asosiasi Pengolahan Pusat Belanja Indonesia mengajukan kenaikkan tarif namun DPRD tidak akan mengagendakan pembahasannya di tingkat legislatif.
Sudjana mengatakan, Kabupaten Tangerang tidak akan mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menaikkan tarif parkir swasta pada 1 Januari 2009.
Sudjana menegaskan pengelola parkir harus menjamin keamanan bagi pemilik kendaraan seperti asuransi untuk klaim pengganti jika terjadi kehilangan atau kerusakkan.
Namun demikian, Sudjana menambahkan, apabila pengelola parkir mengajukan kenaikkan maka harus ada peningkatan pemasukkan untuk Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang guna memperbaiki sarana umum perparkiran.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kabupaten Tangerang Deden Sugandhi menilai, tarif parkir yang diberlakukan saat ini cukup besar sehingga tidak perlu dinaikkan. (Ant/OL-02)
Media Indonesia, 5 Januari 2009
Ditulis dalam Umum | Leave a Comment »
Ditulis oleh kinclonk di/pada Januari 5, 2009
TANGERANG–MI: Wakil Bupati Tangerang, Rano Karno, hari ini (Senin (5/1) akan mengumumkan nama calon Penjabat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) kepada Gubernur Banten.
“Wakil Bupati Rano yang akan menyampaikan pengajuan nama calon Penjabat Walikota Tangsel kepada Provinsi Banten,” kata Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Awaludin Solihin.
Pengajuan nama calon Penjabat Walikota Tangsel tersebut berdasarkan pertimbangan dari Bupati Tangerang Ismet Iskandar sebagai kepala daerah induk, ujarnya.
Awaludin menuturkan, setelah nama calon Penjabat Walikota Tangsel diterima Pemerintah Provinsi Banten, Gubernur setempat akan mengajukan kepada Menteri Dalam Negeri untuk disahkan atas nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Nama calon Penjabat kota terbaru tersebut terdiri dari tiga pejabat eselon II, yakni Asisten Daerah I Kabupaten Tangerang Mas Iman Kusnandar, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Tangerang Benyamin Davnie dan Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Tangerang, Hery Heryanto.
Awaludin mengungkapkan, Rano Karno akan didampingi Kepala Bagian Organisasi, Komarudin dan Kepala Bagian Hukum Pemkab Tangerang, Ahmad Yani, saat menyampaikan nama calon Pejabat Walikota Tangsel ke Provinsi Banten.
Sesuai Pasal 8 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten dimana disebutkan peresmian Kota Tangerang Selatan dan Pelantikan Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan oleh Menteri Dalam negeri atas nama Presiden paling lama 6 bulan setelah Undang-Undang diundangkan pada 26 November 2008 lalu. (Ant/OL-02)
Media Indonesia, 5 Januari 2009
Ditulis dalam Tangerang Selatan | Leave a Comment »
Ditulis oleh kinclonk di/pada Januari 5, 2009
PONDOK AREN – Karena tidak mempunyai tempat pembuangan sampah, warga Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan membuang sampah di tanah kosong, di pinggir jalan raya.
Akibatnya, sampah menumpuk dan melewati badan jalan. Pemandangan ini sudah berlangsung cukup lama di Jalan Raya Pondok Aren. Meski pemerintah daerah berupaya mencegah dengan memasang pengumuman “dilarang keras membuang sampah di sini,” di sepanjang pagar pembatas, banyak warga tetap membuang sampah industri rumahnya sembarangan.
Bagi warga yang tinggal di pingir jalan, keberadaan sampah tersebut sangat mengganggu, khususnya mereka yang berdagang. Selain sering menimbulkan bau busuk, seperti bangkai ayam dan binatang lainnya, juga menurunkan hasil pendapatan mereka.
Menurut seorang pedagang, pembeli sungkan membeli di warung mereka karena bau sampah yang busuk. “Bau sampah busuk, pembeli tidak mau belanja di sini,” ungkap warga yang namanya tidak mau disebutkan, Sabtu (3/1).
Meski warga sekitar terdapat pembuangan sampah, mereka tidak membuang bangkai di depan rumah mereka sendiri. Sekalipun ada kucing mati, mereka pasti menguburkannya. “Warga sekitar tidak membuang bangkai,” lanjutnya. Menurut warga, bangkai tersebut dibuang dari limbah industri rumah makan dan ternak ayam. Mereka membawa sampah-sampah busuk dalam karung yang diangkut mobil dan dibuang pada malam hari atau dini hari.
Suatu ketika, pernah seorang warga memergoki seseorang sedang membuang berkarung-karung sampah busuk. “Mereka membuang sampah tersebut pada waktu malam,” katanya.
Beberapa hari kemudian, warga sekitar tidak lagi mencium bau busuk dari tempat pembuangan sampah. Namun, setelah beberapa bulan, bau busuk tersebut kembali menyengat hidung warga sekitar.
Bebagai upaya dilakukan warga sekitar. Untuk menjaga lingkungannya, mereka kerja bakti membersihkan rumput sekitar pagar pembatas, mendorong sampah yang menumpuk ke dalam jurang, membakar sampah yang kering, menanam pohon sebagai penghalang, membuat tulisan yang sifatnya mengecam pembuang sampah. (mg-hasan)
Radar Banten, 5 Januari 2009
Ditulis dalam Lingkungan | Leave a Comment »
Ditulis oleh kinclonk di/pada Januari 5, 2009
SERPONG- Saat ini, Puspiptek Serpong sedang melakukan program penambahan area tanaman obat. Yang sebelumnya hanya sekitar 300 meter persegi, kini dikembangkan lagi menjadi 500 meter persegi.
Hal ini terkait dengan penambahan jenis tanaman obat itu sendiri. “Saat ini kami memiliki 8.000 lebih jenis tanaman yang sedang dalam tahap pengembangan. Dan rencananya dalam waktu dekat akan segera ditambah menjadi dua kali lipat dari yang ada sekarang,” ujar Imron, bagian pengembangan sekaligus Humas Puspiptek Serpong.
Pengembangan tanaman obat ini dilakukan mengingat masih minimnya tanaman obat yang ada saat ini, terutama di Puspiptek Serpong. Adapun tanaman yang akan dikembangkan antara lain jenis Kumis Kucing, Rincik Bumi, Rumput Mutiara, Salvia dan Sambing Darat. “Saat ini kami sedang mencoba mencari pengembangan obat-obatan. Apalagi saat ini banyak tanaman yang bisa dijadikan bahan pembuat obat namun belum diberdayakan dengan maksimal di sini,” ujar Imron.
Adapun sebelum diletakkan di lahan perkebunan, tanaman obat-obatan tersebut terlebih dahulu dikembangkan di ruang khusus. Di ruangan tersebut, bibit tanaman obat dibesarkan sampai kokoh dan mampu hidup di tengah tanaman yang lainnya. “Selama proses penyemaian kurang lebih satu bulan, setiap tanaman akan mendapatkan perhatian secara intensif,” bebernya.
Tanaman rata-rata dikembangbiakan di pot-pot dan diberi tanah yang sudah dicampur sekam sebagai media pengembangan. (tnt)
Radar Banten, 5 Januari 2009
Ditulis dalam Serba-serbi | Leave a Comment »