Ditulis oleh kinclonk di/pada November 28, 2008
TANGERANG — Polisi memetakan daerah rawan kejahatan jalanan di Serpong. “Dengan pemetaan, akan memudahkan kami melakukan pemantauan di lapangan,” kata Kepala Kepolisian Sektor Serpong Ajun Komisaris Yuldi Yusman di kantornya kemarin.
Daerah rawan kejahatan itu adalah Villa Melati, Kelurahan Buaran, Rawa Buntu, Rawa Mekar Jaya, sekitar German Center, BSD Sektor I, sekolah Candle Three (BSD), Bundaran Family Park, dan Ruko Sutera Niaga II (Alam Sutra). AYU CIPTA
Koran Tempo, 28 November 2008
Ditulis dalam Kriminalitas | 2 Komentar »
Ditulis oleh kinclonk di/pada November 28, 2008
Serpong, Warta Kota
Pabrik biodiesel di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong membutuhkan banyak minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang akan diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan pengganti solar. ”Pabrik biodiesel tersebut memiliki kemampuan mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar ramah lingkungan yang cukup besar. Namun hingga kini kami kekurangan bahan baku. Karena itu kami mengajak warga untuk mengumpulkan minyak goreng bekas sebagai bahan baku biosesel. Kami akan menggantinya dengan uang,” kata Kepala Penelitian Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi (BRDST) Puspiptek Imam Parianto, Kamis (27/11).
Pabrik biodiesel di Puspiptek Serpong memiliki kapasitas reaktor pemasak sebesar 1,5 ton dan 3 ton. Itu artinya dalam sekali proses sudah dapat menghasilkan 4,5 ton minyak biodiesel. Selain minyak jelantah, bahan baku minyak biodiesel adalah minyak jarak dan minyak sawit yang semuanya bekas pakai.
Meski bekas pakai, kata Imam, ternyata tak mudah mencari bahan baku tersebut. Untuk itu pihak Puspiptek siap membelinya dari warga seharga Rp 3.000 per liter jika dikumpulkan di pengepul yang beralamat di sejumlah sekolah dasar di Pamulang dan Serpong. Sedang jika diantar langsung ke Puspiptek akan diberi imbalan Rp 4.000 per liter.
”Kami telah melakukan kerja sama awal dengan 29 SD di kawasan Pamulang dan Serpong dan berhasil mengumpulkan 2.705 liter minyak jelantah. Kami sangat berharap warga lain mengikutinya. Program biodesel ini sangat baik karena mengurangi polusi kendaraan bermotor,” papar Imam.
Proses pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel adalah dengan memisahkan 18 unsur kimia yang ada dalam minyak tersebut. Usai dipisahkan, masing-masing unsur akan menjalani proses pemanasan. Proses selanjutnya adalah pencampuran dengan katalis dan methanol (dengan komposisi 60 persen minyak jelantah, 40 persen katalis dan methanol).
Proses akan terus berjalan hingga ke pencucian, pemisahan hasil, pengeringan, dan menjadi minyak biodiesel siap pakai. Selain menghasilkan biodiesel, pemrosesan minyak goreng bekas pakai itu ternyata bisa menghasilkan sabun cuci tangan. ”Idealnya pabrik pengolahan biodiesel memang harus berdekatan dengan tempat pengambilan bahan baku,” ujar Imam.
Lebih lanjut Imam mengatakan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi biodiesel dari minyak jelantah mencapai Rp 4.900 per liter. Terdiri dari harga bahan baku sebesar Rp 3.000 per liter dan biaya produksi mencapai Rp 1.900 per liter. Harga itu masih lebih murah dari harga solar Rp 5.500.
Meski ramah lingkungan, minyak biodiesel yang siap digunakan untuk kendaraan bermesin diesel tetap harus dicampur solar murni. Perbandingannya adalah 30 persen minyak biodiesel dan 70 persen solar murni. Itu dilakukan untuk menghindari kerusakan pada karet klep mobil. Minyak biodiesel itu antara lain kini sudah digunakan oleh angkutan umum di Kota Bogor, Trans Pakuan. (cel)
Warta Kota, 27 November 2008
Ditulis dalam Serba-serbi | 4 Komentar »
Ditulis oleh kinclonk di/pada November 28, 2008

Lingkungan Situ Kuru, yang berada di Kelurahan Cempakaputih, Kecamatan Ciputat Timur, Kabupaten Tangerang (dekat kampus UIN Jakarta), telah berubah. Konversi lahan Situ Kuru terlihat jelas dengan adanya pondasi batu kali yang membentang, bangunan rumah-rumah termasuk rumah kontrakan dan sebagainya di seputar situ tersebut.
Foto-foto kriman
Ahmad Sadeli,
Kabupaten Tangerang, Banten
Warta Kota, 27 November 2008
Ditulis dalam Lingkungan | 1 Komentar »