Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk November 24th, 2008

Harga Tanah di Ciputat Lebihi NJOP

Ditulis oleh kinclonk di/pada November 24, 2008

CIPUTAT – Terbentuknya Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dipastikan akan dibarengi dengan pembangunan sejumlah sarana dan infrastruktur di wilayah itu. Pembebasan lahan menjadi salah satu bagian dari pembenahan dan pembangunan sarana atau infrastruktur itu.
Terkait ini, Pemkab Tangerang tampaknya akan mengalami kendala. Sebab, masyarakat memasang harga tanah di wilayahnya dengan harga selangit. Contohnya di Ciputat.
Warga di sekitar lokasi bakal calon pusat pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang Selatan telah mematok harga tanahnya sekitar Rp 2,5 juta per meter. Melebihi nilai jual objek pajak (NJOP) yang hanya Rp 1 juta per meter.

Warga yang mematok dengan harga selangit itu, tampaknya telah mengetahui bahwa daerahnya akan dijadikan pintu masuk dan akses jalan utama Puspem Kota Tangerang Selatan, yakni Jalan Benda Raya, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
Minin (60), warga RT 04/04, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat mengaku, masyarakat setempat akan menolak jika pemerintah daerah akan membeli tanah itu dengan harga pasaran.
“Berdasar rapat warga dan pihak kecamatan tiga bulan lalu, warga di sini menolak kalau tanah harganya pasaran,” kata Minin, Minggu (23/11).
Ia mengatakan, informasi yang diterima warga bahwa pemerintah akan membayar tanah sesuai NJOP, yakni maksimal Rp 1 juta. Bahkan, kemungkinan di bawah Rp 1 juta. “Warga sepakat menolak dengan harga itu,” kata pemilik material ini.
Ia menuturkan, harga tanah di wilayah ini harganya bervariatif dan tidak merata. Berdasarkan kesepakatan warga yang rumahnya terkena pelebaran jalan, harga tanah per meternya Rp 2,5 juta. Sedangkan untuk bangunan dipatok Rp 3 juta per meternya.
“Kalau harganya disepakati segitu, kami akan pindah ke lokasi lain. Karena harga tanah sekarang tidak murah. Apalagi di lokasi ini cukup strategis untuk membuka usaha,” jelas Minin yang sudah tinggal di kawasan ini puluhan tahun.

Pada bagian lain, Ketua RT 05/04 Ade Achmad Nuradi (27) mengungkapkan, pihaknya pernah mendapatkan informasi adanya rencana pelebaran jalan dan pembebasan lahan di wilayahnya. Menurut dia, dari tujuh RT yang ada di lingkungan RW 04 ini hampir semuanya terkena pelebaran jalan. Terutama lokasi-lokasi yang berada di sisi jalan utama.
“Rencananya pemerintah akan melakukan pelebaran jalan sekitar tujuh meter, dari sisi kanan dan kiri dikenakan 3,5 meter,” katanya.
Sejauh ini, ia belum mengetahui informasi lebih lanjut mengenai harga tanah untuk pelebaran jalan tersebut. “Saya perkirakan untuk harga tanah itu di atas Rp 1 juta, karena lokasinya strategis,” jelasnya.

Diketahui, dalam waktu dekat ini, Pemkab Tangerang akan memperbaki akses jalan menuju kantor Kecematan Ciputat yang kondisinya rusak parah. Pemkab Tangerang pun berencana membangun gerbang Kota Tangerang Selatan di Jalan Parakan. Gerbang berbentuk bundaran itu diberi nama Geometri Parakan. Untuk membangun ini, Pemkab Tangerang berencana mengalokasikan dana sekitar Rp 2,5 miliar, termasuk untuk pembebasan lahan warga.
Dalam satu kesempatan, Bupati Tangerang Ismet Iskandar mengatakan, Pemkab Tangerang telah menyiapkan detail engineering design (DED) untuk perbaikan sarana jalan tersebut. “Pemerintah berharap agar warga tidak mematok harga tanah terlalu tinggi. Hal itu akan menyulitkan proses pembangunan,” ungkap Ismet. (ang)

Radar Banten, 24 November 2008

Ditulis dalam Tangerang Selatan | Leave a Comment »

Masih Ada yang Belum Tahu Tangsel

Ditulis oleh kinclonk di/pada November 24, 2008

CIPUTAT – Meski hampir satu bulan Kota Tangerang Selatan disahkan DPR RI, namun ternyata masih ada warga yang tinggal di kota otonom baru ini yang belum mengetahuinya.

Ketua Forum Komunikasi Kota Tangerang Selatan (FK Kotas) Ayi Ruhiyat mengatakan, hal ini dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya banyak masyarakat yang kurang responsif, apriori, cenderung apatisme. Hal ini akibat krisis kepercayaan terhadap pemerintah dan partai politik.
“Apalagi di Tangerang Selatan merupakan masyarakat perkotaan, yang cenderung individual,” terang Ayi, Minggu (23/11).
Untuk itu, kata dia, FK Kotas sebagai bagian masyarakat Kota Tangsel memiliki tanggung jawab untuk berperan aktif menyosialisasikan keberadaan daerah otonom baru ini kepada masyarakat.
“Kami ingin memberikan pembelajaran dan pencerahan kepada masyarakat, akan dibawa ke mana Kota Tangsel ini. Karena, maju dan mundurnya Kota Tangsel ini tergantung dari dukungan masyarakat,” ujarnya.

Ayi berharap, dalam pembangunan di Kota Tangsel mendatang masyarakat harus dilibatkan. Jadi harus sinergis antara pemerintah Kota Tangsel dengan masyarakatnya. “Pembangunan yang dilakukan di Kota Tangsel ini harus sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Ayi menjelaskan, sejauh ini FK Kotas telah memiliki 105 anggota komunitas masyarakat Tangsel yang terdiri dari komunitas warga perumahan, komunitas lintas agama, lintas etnis, budaya, dan sebagainya. (ang)

Radar Banten, 24 November 2008

Ditulis dalam Tangerang Selatan | 2 Komentar »