Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk November 5th, 2008

Pembangunan Tol Serpong Butuh 2 Tahun

Ditulis oleh kinclonk di/pada November 5, 2008

TANGERANG(SINDO) – Pembangunan tol Serpong–Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan dilaksanakan awal tahun depan. Tol ini nantinya memiliki panjang 25 km dengan lebar 60–70 meter.

Awalnya, rencana pembangunan tol ini dilaksanakan tahun ini.Penundaan pembangunan tol ini disebabkan adanya Pilkada Kota Tangerang.Sebab dalam pembangunannya, tol Serpong– Bandara akan menggusur ratusan rumah warga.

”Pembangunan ini sengaja mundur karena ada Pilkada Kota Tangerang yang berpotensi menimbulkan gejolak, yang dapat digunakan pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan.Tapi sekarang pilkada sudah selesai, maka proyek ini akan dilanjutkan,” kata Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Tangerang Dadang Durachman kemarin.

Menurutnya,seluruh pembangunan tol Serpong–Bandara dilaksanakan pemerintah pusat, kecuali soal pembebasan tanah dan rumah warga. Pembangunan tol ini akan dikerjakan PT Wijaya Karya bekerja sama dengan konsorsium dari Malaysia. ”Dana keseluruhan pembangunan tol ini mencapai kurang lebih Rp3 triliun.Pembangunannya akan mulai dikerjakan awal 2009 nanti. Adapun pengerjaan pembangunannya akan memakan waktu dua tahun,”ujar Dadang.

Pembebasan tanah di wilayah Kota Tangerang dilaksanakan di lima kecamatan, yakni Pinang, Cipondoh, Batuceper, Tangerang, dan Benda. Rumah warga yang kena gusur dimulai dari STA 14.500 (tol Jakarta–Merak), lalu melintasi 10 kelurahan di lima kecamatan yakni Kunciran– Pekojan–Cipete (Pinang)– Poris Plawad Indah– Poris Plawad (Cipondoh)– Buaran Indah–Tanah Tinggi (Tangerang)–Batusari–Batu Jaya (Batuceper), dan Jurumudi– Benda (Benda). Jalur layang (elevated) itu melintasi sekitar 2 km dari KH Hasyim Ashari–Tanah Tinggi–Daan Mogot–Husein Sastranegara.

”Kami akan membantu pemerintah pusat dengan merencanakan lahan yang akan digusur pada awal 2009, setelah dana pembebasan lahan dari pemerintah pusat turun,”ucapnya.Dalam proyek ini, tugas Pemkot Tangerang hanya menggusur rumah warga yang terkena proyek.” Sedangkan pembangunan proyek sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, dan kami tidak ikut sama sekali,”tuturnya.

Proyek pembangunan tol Serpong–Bandara diyakini bakal membuka akses ekonomi bagi warga. Selama ini untuk menuju Bandara Soekarno- Hatta,warga harus memutar ke Jakarta atau melintasi tol Sedyatmo.

”Selain karena itu, tol itu juga akan mengurangi kemacetan di wilayah Serpong,”ujarnya. Sekretaris Daerah Kota Tangerang Harry Mulya Zein mengatakan,seharusnya Pemkot Tangerang tidak dilibatkan dalam pembebasan lahan.Namun,adaduawilayah yang terkena pembebasan lahan, yakni Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

”Seharusnya sih demikian, tetapi saat ini justru kita dilibatkan,”tandasnya. Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Soedaryanto mengaku sudah mengetahui pembangunan tol Serpong– Bandara. ”Saat ini, setahu saya sudah ada pembebasan lahannya di wilayah Rawa Bokor di Kecamatan Benda, tetapi soal yang lainnya saya tidak tahu,”ucapnya.

Dia juga mengatakan bahwa proyek tersebut masih menjadi perdebatan antarinstansi. Pasalnya, pemerintah pusat sudah menyiapkan pembangunan kereta api dari Jakarta ke bandara.

Terlebih, PT Jasa Marga sudah memperbaiki tol Sedyatmo agar terbebas dari banjir.Ditanya apakah pihaknya mendukung atau tidak dengan adanya jalur baru ke bandara itu, Soedaryanto mengaku tidak ingin berkomentar. ”Saya hanya tahu bandara ini sudah ada tol dan seluruh jalan yang tergenang sudah diperbaiki,” tegasnya. (denny irawan)

Seputar Indonesia, 4 November 2008

Ditulis dalam Tangerang Selatan | 5 Komentar »