TANGERANG–MI: Terminal Ciputat yang sebelumnya sempat terlantar, ditargetkan dapat digunakan pada 2009 meski pembangunannya belum sempurna.
“2009 nanti, sudah dibangun pintu masuk dan keluar kendaraan dengan dilengkapi sejumlah fasilitas,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi, dan Informatika Kabupaten Tangerang, Deden Sugandhi di Tangerang, Rabu (19/11).
Deden mengaku, banyak faktor yang memengaruhi tersendatnya pembangunan Terminal Ciputat itu, antara lain jarak pembangunan terminalnya berdekatan dengan Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sekitar 6,5 kilometer.
Dalam aturan disebutkan jarak antara terminal satu dengan lainnya minimal 60 kilometer. Sehingga, Departemen Perhubungan tidak mengizinkannya. “Namun, saat ini aturan itu sudah berubah. Sehingga, pembangunan Terminal Ciputat bisa direalisasikan,” kata Deden.
Selain itu, tambah Deden, faktor lainnya adalah Pemkab Tangerang terganjal dalam pembebasan lahan untuk lokasi terminal itu. Saat ini, Pemkab Tangerang baru membebaskan lahan seluas 9.000 meter dari luas lahan yang direncanakan sekitar empat hektare.
“Sisanya memang belum dibebaskan, namun Pemkab Tangerang pada awal 2009 mendatang akan memulai pembangunan,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC Organda Kabupaten Tangerang Dan Persada mengatakan, berdasarkan studi kelayakan antara Organda dengan Indonesia Development Center (Indec). Untuk pembangunan terminal di Kabupaten Tangerang direkomendasikan sebanyak delapan titik, salah satunya Terminal Ciputat.
Tujuh titik lainnya berlokasi di Kabupaten Tangerang, antara lain Balaraja, Tigaraksa, Teluknaga, Cisoka, Lippo, dan Mauk. Ia menjelaskan, Terminal Ciputat yang bertipe A itu dibangun seperti Terminal Blok M, Jakarta Selatan. Terminal Ciputat ini merupakan kawasan yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang. Nantinya, di Terminal Ciputat ini dapat menampung sekitar 2.500 bus AKDP dan angkot serta 50 bus AKAP.
Fungsi terminal itu untuk mengatasi kesemrawutan angkutan umum yang makin tak terkendali di wilayah Ciputat, Kota Tangerang Selatan. “Diharapkan dengan adanya terminal, dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di wilayah Ciputat,” katanya.
Kepala Badan Perencanan Daerah Kabupaten Tangerang, Benyamin Davnie mengatakan, terminal ini akan menelan investasi senilai Rp150 miliar, sekitar Rp 70 miliar dialokasikan untuk pengadaan lahan.
Anggaran ini dibagi dalam dua tahap, masing-masing dari APBD 2006 sebesar Rp10 miliar dan sisanya dikucurkan pada APBD 2007. Ben mengungkapkan, dari luas lahan tujuh hektare, sebanyak tiga hektarenya akan dijadikan lahan komersil. “Sudah ada beberapa investor yang berminat,” ujarnya. (Ant/OL-03)
Media Indonesia, 20 November 2008