Tangerang Selatan

Menuju Kota dan Harapan Baru

Arsip untuk Oktober 16th, 2008

Tangerang Selatan dan Utara Rawan Puting Beliung

Ditulis oleh kinclonk di/pada Oktober 16, 2008

Tangerang, Warta Kota
Wilayah Tangerang Utara dan Selatan rawan terkena angin puting beliung. Bencana angin ribut tersebut diperkirakan akan muncul pekan ketiga Oktober hingga Desember ini.

Perkiraan tersebut disampaikan Kasi Pemantuan Prakiraan Cuaca Kantor BMG Wilayah II Ciputat, Tangerang, Abdul Kohir, Rabu (15/10). ”Tapi potensi angin ribut paling besar terjadi di Tangerang Selatan, khususnya Ciputat dan Pamulang,” kata Kohir.

Alasannya kedua wilayah tersebut berbatasan dengan Bogor yang termasuk daerah perbukitan. Selama ini, jalur-jalur angin kencang ya di daerah perbukitan seperti itu.

Menurut perkiraannya, angin kencang disertai perubahan cuaca akan terjadi lebih dahulu di wilayah Tangerang Selatan. Tepatnya pada pekan ketiga Oktober dan pekan kedua November. Sedang untuk Tangerang Utara kemungkinan akan terjadi pada pekan ketiga November dan pekan kedua Desember.

Untuk potensi angin ribut di Tangerang Utara, lanjut Kohir, cenderung terjadi karena adanya perubahan di tingkat kelembaban antara wilayah daratan dan lautan. Hal itu memacu perubahan suhu dan cuaca secara mendadak.

Ada pun tanda-tanda perubahan cuaca yang mengarah munculnya angin kencang atau puting beliung adalah jika di langit mulai muncul awan gelap dan menggumpal bertumpuk seperti kol. Angin kencang yang muncul selepas siang hingga sore hari juga ditandai adanya perubahan suhu secara mendadak. Biasanya, suhu di pagi hari lebih panas dan siang hari suhu mendadak turun disertai angin.

Kohir juga menyebut soal potensi ancaman banjir di sejumlah permukiman di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Angke (wilayah barat) dan Kali Cisadane (wilayah timur), Tangerang. Di dua wilayah ini, jika terjadi hujan deras satu jam saja akan berpotensi banjir.

Menanggapi ancaman banjir tersebut, Kepala Humas Pemkot Tangerang Saeful Rohman menyatakan sudah mempersiapkan 117 personel gabungan dari pemkot, polisi, kodim, dan PMI. Pemkot Tangerang juga sudah menganggarkan dana satu miliar rupiah untuk antisipasi kebutuhan sarana pengobatan dan pangan.

Selain itu, sudah dipersiapkan titik dapur umum di lokasi rawan banjir dan mobil dapur umum. Seluruh camat dan lurah sudah diminta untuk siaga 24 jam dan berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk mengambil tindakan darurat. (cel)

DAERAH RAWAN PUTING BELIUN DI TANGERANG

• TANGERANG SELATAN: Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Cisauk, dan Setu (diperkirakan muncul pekan ketiga Oktober dan pekan kedua Nopember)
• TANGERANG UTARA: Kecamatan Mauk, Rajeg, Kemiri, Sepatan, Sepatan Timur, Sukadiri, Pakuhaji, Kosambi, dan Teluknaga. (diperkirakan terjadi pekan ketiga Nopember dan pekan kedua Desember)

Warta Kota 15 Oktober 2008

Ditulis dalam Cuaca | Leave a Comment »

Pembahasan Akhir Tangerang Selatan Digelar di Bogor

Ditulis oleh kinclonk di/pada Oktober 16, 2008

Tangerang, SerpongKita.com- Panitia kerja (Panja) pembentukan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengejar deadline pembahasan akhir pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB). Pertemuan yang akan diselenggarakan di Hotel Novotel, Bogor, Kamis (16/10) besok tersebut akan dihadiri oleh 20 orang yang berasal dari Panja Kabupaten Tangerang dan 10 orang dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri).

“Saat ini Panja Kabupaten Tangerang yang menangani pembentukan Kota Tangsel disibukkan mengejar deadline untuk tanggal 24 Oktober 2008 terkait diparipurnakannya RUU Tangsel menjadi UU. Rencana finishing Tangsel akan dibahas di Hotel Novotel, Bogor,” ungkap salah satu Tim Panja pembentukan Kota Tangsel Heri Haryanto saat di konfirmasi, Selasa (14/10).

Heri menjelaskan, permasalahan pembentukan Tangsel menjadi Kota hanya tinggal 1 persen saja dan itupun akan dibahas secara tuntas pada hari Kamis tanggal 16 Oktober 2008 mendatang bersama dengan elemen yang berkompeten termasuk juga tim dari Depdagri. “Hari Kamis nanti dihadiri juga oleh Tim Otonomi daerah (Otda) atau Tim pemekaran wilayah, Dirjen Otda dan Juga Kasubnit Otda,” jelasnya.

Sementara anggota Komisi II DPR RI Jazuli Juwaeni membantah perihal pemekaran Tansel menjadi Daerah Otanomi Baru terkendala oleh dokumen militer. DPOD telah selesai dan telah mengajukan kepada Depdagri dan juga DPR RI bahwa Tangsel telah siap sepenuhnya dan telah sangat memenuhi syarat untuk menjadi Kota Tangerang Selatan atau DOB tanpa harus ada syarat lain, apalagi syarat militer. “Kata siapa terkendala dengan syarat militer?, apa yang dimaksud dengan syarat militer ?,” katanya mempertanyakan.

Besok (16/10) memang akan dibahas kembali tentang pembentukan Kota Tangsel, lanjut Djazuli, tetapi persyaratannya tentu harus mengacu pada Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang syarat pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB). Sedangkan dalam UU No. 32 Tahun 2004 itu tidak ada yang namanya syarat militer atau apapun lagi yang harus dipenuhi oleh Tangsel. “Syarat militer itu tidak menjadi kendala, saya melihat DPOD sudah memaparkan bahwa Tangsel sudah sangat memenuhi syarat,” paparnya.

Jazuli pun meminta agar jangan ada yang main-main dengan pemekaran Kota Tangsel. Pembentukan dan berdirinya Kota Tangerang Selatan adalah kehendak rakyat Tangsel dan juga bertujuan demi untuk kesejahteraan masyarakat Tangerang Selatan nantinya. “Jangan cari-cari alasan untuk mengganjal usulan pemekaran ini,” tandas anggota Komisi II DPR RI. (fiz)

SerpongKita.com 15 Oktober 2008

Ditulis dalam Tangerang Selatan | Leave a Comment »